”Kami sangat menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” tegas Gagat.
Gagat mengingatkan seluruh jajaran bahwa bekerja di dalam program kemanusiaan seperti MBG tidak hanya menuntut kecakapan teknis dan finansial, melainkan juga tingkat kesadaran etis serta empati yang tinggi terhadap masyarakat luas.
Setiap insiden yang mengancam keselamatan atau keamanan pangan harus disikapi dengan keprihatinan mendalam, bukan dijadikan bahan candaan di ruang publik.
Baca Juga:ABK Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Ditemukan Berjarak 340 KmPuluhan Ribu Buruh Turun ke Jalan Tegaskan Aksi Damai Tanpa Muatan Politik
”Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh staf dan jajaran pelayanan publik bahwa etika bermedia sosial dan rasa empati merupakan bagian mutlak dari tanggung jawab profesionalisme pekerjaan.(*)
