Pemanfaatan Teknologi Pertanian Baru 40,35 Persen, Distan Akui Masih Tertinggal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian. (Rizka/Radar Garut)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

“Benih itu salah satu yang bisa mendongkrak tingkat produktivitas sektor pertanian kita sehingga bisa lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Karena itu, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya mengandalkan mekanisasi, tetapi juga harus didukung penggunaan varietas dan benih yang memiliki kualitas baik.

Ardhy tidak menutup kemungkinan penerapan teknologi pertanian dari negara-negara seperti Jepang maupun Korea di Kabupaten Garut.

Baca Juga:Ditinggal Pegawai Saat Bakar Sampah, Gudang Rongsok di Bayongbong Garut Ludes TerbakarCKG Ungkap Banyak ASN Garut Alami Obesitas

Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan tingkat kerumitan teknologi serta kemampuan petani dalam mengoperasikannya.

Apabila teknologi yang digunakan cukup kompleks, petani membutuhkan pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu.

“Tapi kalau sifatnya hanya adaptif, seperti misalnya ada benih yang bisa digunakan dari Jepang atau dari Korea diintroduksi di kita, itu mungkin bisa lebih mudah, sepanjang pola budidayanya tidak berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh petani yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Garut berharap peningkatan kemampuan petani, akses terhadap permodalan, penggunaan benih berkualitas, serta pemanfaatan alat dan teknologi pertanian dapat terus diperluas untuk mendorong produktivitas sektor pertanian daerah. (rza)

0 Komentar