Jam Masuk Sekolah 06.30 di SMPN 2 Samarang Masih Jadi Tantangan bagi Siswa dari Daerah Jauh

Radar Garut
Aktivitas siswa SMPN 2 Samarang saat mengikuti pembelajaran pagi dengan penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, Rabu (26/8/2026). (Pkl/Iqbal/Radar Garut)
0 Komentar

“Kalau menurut pribadi sih lebih efektif, karena anak-anaknya lebih giat untuk bangun pagi, lebih semangat ke sekolah,” kata Duden.

Duden sendiri termasuk guru yang memiliki jarak tempuh cukup jauh menuju sekolah. Ia menyebut perjalanan dari rumah menuju SMPN 2 Samarang membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 50 menit.

Untuk mengejar jam masuk, Duden terkadang sudah berangkat sekitar pukul 05.15 hingga 05.30. Meski harus berangkat lebih pagi, Duden mengaku mulai terbiasa dengan perubahan tersebut.

Baca Juga:Buntut Musibah Karangpapak, Garut Akan Perketat Mitigasi Wisata PesisirPemkab Garut Ajukan Beberapa Ruas Jalan Kabupaten Menjadi Provinsi, Jalan Ahmad Yani Tidak Termasuk

Menurutnya, persiapan menjadi lebih teratur karena setelah bangun dan bersiap, dirinya langsung berangkat menuju sekolah.

Hal serupa disampaikan Guru Olahraga SMPN 2 Samarang, Eko Pratama, yang juga tinggal cukup jauh dari sekolah. Eko mengatakan perjalanan dari Cilauteureun menuju sekolah membutuhkan waktu hampir satu jam menggunakan sepeda motor.

“Jam 05.00 sudah prepare,05.30 sudah berangkat,” ujar Eko.

Eko menilai penerapan jam 06.30 memberikan dampak positif karena siswa menjadi lebih terdorong untuk tidak bermalas-malasan pada pagi hari. Menurutnya, kondisi udara pagi di lingkungan sekolah juga mendukung proses pembelajaran.

“Untuk penerapan sekolah pukul 06.30 itu sangat efektif. Ketika masuk 06.30 di SMP kami di sini merasa sangat senang masuk seperti itu,” katanya.

Eko mengakui perubahan jam masuk juga membuat guru harus mengubah pola persiapan. Namun, menurut Eko, kondisi tersebut merupakan bagian dari komitmen sebagai tenaga pendidik.

Duden menyebut proses pembelajaran pada pagi hari sejauh ini tetap berjalan normal. Bahkan, SMPN 2 Samarang memanfaatkan waktu pagi untuk kegiatan keagamaan seperti ceramah rohani dan mengaji Al-Qur’an.

Tarman berharap evaluasi terhadap kebijakan tersebut tetap dilakukan, terutama dengan mempertimbangkan kondisi siswa yang tinggal jauh dari sekolah serta kesiapan orang tua.

Baca Juga:Sembilan Nama Masuk Bursa Calon Sekda, Bupati : Gunakan Manajemen TalentaHasil Panen Jagung di Cibatu Garut Anjlok Akibat Kekeringan

“Kalau pribadi saya diharapkan kemungkinan seperti yang sebelumnya saja, jam 07.00 masuknya. Kasihan untuk anak-anak yang jauh, kasihan untuk ibu-ibu yang sudah repot mempersiapkan anak-anaknya untuk sekolah,” pungkasnya.(PKL/Iqbal)

0 Komentar