Hasil Panen Jagung di Cibatu Garut Anjlok Akibat Kekeringan

istimewa
Ratusan tanaman jagung yang gagal panen akibat kekurangan air. (dis)
0 Komentar

GARUT – Para petani jagung di Desa Wanakerta dan Kertajaya, Kecamatan Cibatu, mengalami kerugian cukup besar akibat anjloknya hasil panen jagung selama musim kemarau. Banyak tanaman jagung mati karena kekurangan air.

“Panen jagung saat ini anjlok. Biji jagung mengecil akibat kekeringan. Meski panen, hanya untuk konsumsi keluarga, ” kata Oman, petani asal Wanakerta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya dapat diminimalkan apabila saluran irigasi Cicapar 4 berfungsi normal. Dengan kondisi irigasi yang baik, lahan sawah yang ditanami palawija masih dapat memperoleh pasokan air meski memasuki musim kemarau.

Baca Juga:Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut, Satu Wisatawan Ditemukan Meninggal di Kawasan Muara KancilKebakaran Melanda Pasar Andir Bayongbong, 5 Kios Hangus Terbakar

Namun, aliran air dari bagian hulu tidak mengalir dengan baik karena kondisi irigasi yang “tanggeung” (tak menurun). Padahal, debit air dari saluran irigasi primer dinilai masih cukup besar.

Kondisi irigasi Cicapar yang berada di wilayah Kertajaya dan Wanakerta tersebut sebelumnya sempat dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Saluran irigasi itu diusulkan untuk dinormalisasi. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

Di sisi lain, sebagian warga juga tengah menghadapi krisis air bersih. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari menjadi prioritas dibandingkan pengairan lahan pertanian.

“Selain itu, sebagian warga yang dilanda krisis air bersih. Tak memikirkan lagi pengairan sawah. Kebutuhan air bersih sehari- hari lebih diutamakan,” pungkasnya. (Pepen Apendi)

0 Komentar