Upah Kupas Bawang Rp700.000 per Kg? Buruh Pasar Legi Solo: “Nggak Mungkin, Itu Keliru”

(Freepik/radargarut.id)
Bawang merah (Freepik/radargarut.id)
0 Komentar

Ia menambahkan, keuntungan penjualan bawang putih di tingkat pedagang hanya sekitar Rp500 per kilogram. Untuk bawang merah, pekerjaan lebih ringan karena hanya ditampi, dan upahnya pun tidak pasti, tergantung kebaikan hati pedagang.

Pedagang bawang di Pasar Legi, Tini (67), juga ikut menanggapi. “Kalau sekilonya (upahnya) Rp700.000 pilih jadi buruh dari pada pedagang. Kalau di sini, di Solo, Pasar Legi itu ya Rp10.000 per sak 20 kg,” ujarnya.

Tini menjelaskan, harga kulakan bawang putih berkisar Rp500.000–Rp600.000 per karung. Jika upah pengupas benar Rp700.000 per kilogram, maka untuk 20 kilogram saja sudah Rp14 juta. Angka itu jauh di atas harga bawang itu sendiri.

Baca Juga:Pemerintah Alokasikan Lebih Dari 800 Triliun Dana Pendidikan Dalam RABN 2027Promo Spesial HUT RI ke-81: Diskon 17% Tiket Kereta Api dan Tarif Rp8 untuk KRL serta LRT

“Kulakan Rp500.000 satu karung. Ya, Rp600.000. (Kalau Rp700.000 per kg dikali 20 kg) nggak masuk akal,” katanya.

Saat ini Tini hanya mempekerjakan satu orang buruh, jauh berkurang dari 10–14 orang yang dulu biasa ia pekerjakan. Harga jual bawang putih yang sudah dikupas hanya sekitar Rp30.000–Rp32.000 per kilogram, sementara bawang merah Rp27.000 per kilogram.

Baik Siti maupun Tini mengakui tidak mengetahui kondisi di Bogor. Namun, berdasarkan pengalaman mereka di Solo, angka yang disebut Presiden terasa terlalu fantastis.

Siti bahkan bercanda, “Kalau upahnya Rp700.000 per kg ya pilih buruh terus.”

Reaksi para buruh di Pasar Legi ini mencerminkan kesenjangan antara pernyataan resmi dan realitas di lapangan. Upah harian yang kecil, kerja yang melelahkan, serta ketidakpastian pendapatan masih menjadi keseharian bagi banyak pengupas bawang di pasar-pasar tradisional Indonesia.(*)

0 Komentar