Viral Video Lahiran Disemangati Emak-Emak, Pasien Mengaku Lebih Semangat

istimewa
Viral Video Lahiran Disemangati Emak-Emak, Pasien Mengaku Lebih Semangat
0 Komentar

Menurut Ade, selama ini di tempatnya, ibu yang akan melahirkan dapat memilih untuk didampingi suami saja secara privat, ditemani satu atau dua orang anggota keluarga, bahkan bersama beberapa anggota keluarga selama kondisi dan situasi memungkinkan.

“Bersalin di sini bervariasi. Bisa ditemani, bisa berdua, bisa juga ramai-ramai. Yang paling penting pasien merasa nyaman dan tenang sehingga proses persalinan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak menimbulkan trauma,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, rasa aman dan nyaman menjadi salah satu perhatian selama mendampingi proses persalinan. Kondisi psikologis ibu dinilai memiliki peran penting agar proses melahirkan dapat dijalani dengan lebih tenang.

Baca Juga:Semarak HUT ke-81 RI, Fun Walk dan Lomba Tradisional Perkuat Sinergi UPT se-Garut RayaAksi Bersih Kemerdekaan, UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Garut Raya Tanamkan Semangat Gotong Royong

Karena itu, suasana selama persalinan juga dibuat lebih rileks. Ibu dapat diberikan relaksasi melalui berbagai media, mulai dari musik yang menenangkan hingga lantunan murottal sesuai dengan kenyamanan dan pilihan masing-masing pasien.

“Selama proses melahirkan kita berikan relaksasi. Bisa melalui musik yang menenangkan, murottal, atau bentuk relaksasi lain yang membuat ibu lebih nyaman,” katanya.

Konsep tersebut, lanjut Ade, diarahkan agar persalinan tidak hanya dilihat sebagai proses medis, tetapi juga sebagai pengalaman penting bagi ibu dan keluarga. Dengan dukungan orang terdekat, ibu diharapkan merasa lebih kuat secara emosional ketika menjalani setiap tahapan persalinan.

Suasana Persalinan Bisa Disesuaikan

Di tempatnya juga, diberikan keleluasaan kepada pasien untuk menentukan suasana persalinan yang dianggap paling sesuai. Bagi ibu yang menginginkan suasana lebih intim, persalinan dapat didampingi suami saja. Sementara bagi yang merasa lebih tenang dengan kehadiran keluarga, pendampingan dapat dilakukan secara lebih terbuka.

Ade menilai dukungan keluarga dapat memberikan rasa aman tersendiri, terutama ketika ibu menghadapi kontraksi maupun menjelang proses kelahiran.

“Di d’fayu sebebas mungkin. Apakah ingin privat bersama suami saja atau ingin bersama keluarga, kami menyesuaikan dengan kenyamanan pasien,” jelasnya.

Dalam mendukung pelayanan tersebut, D’Fayu saat ini memiliki tenaga kesehatan yang terdiri dari dua dokter, delapan bidan, dan empat perawat. Dengan dukungan tenaga medis tersebut, Ade berharap pelayanan persalinan dapat tetap mengutamakan aspek keselamatan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih humanis bagi ibu.

0 Komentar