Sementara kegiatan di Masjid Agung Garut, lanjut Ismail, menjadi bagian dari kepedulian jajaran terhadap fasilitas publik dan keagamaan yang setiap hari digunakan masyarakat. Kebersihan lingkungan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dimulai melalui tindakan-tindakan sederhana.
“Gotong royong adalah salah satu nilai yang sejak dahulu menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Kami ingin semangat itu tetap hidup, termasuk di lingkungan kerja kami. Hal sederhana seperti membersihkan lingkungan apabila dilakukan bersama-sama akan memberikan manfaat yang besar,” jelasnya.
Ismail berharap Aksi Bersih Kemerdekaan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI, tetapi semangat yang dibangun dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Baca Juga:Polres Garut Ungkap 20 Kasus Narkoba dan OKT, 28 Tersangka DiamankanDonor Darah HUT RI, UPT Imigrasi-Pemasyarakatan Garut Kumpulkan Puluhan Labu
“Nilai-nilai kepedulian, kebersamaan dan gotong royong itulah yang harus terus kita jaga dan wariskan. Semangat kemerdekaan harus terlihat dari bagaimana kita bekerja, melayani dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk melakukan refleksi terhadap makna pengabdian. Sebagai aparatur negara, setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat perjuangan melalui pelayanan yang semakin baik.
“Para pahlawan telah memberikan pengorbanan yang luar biasa untuk bangsa ini. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan bekerja sebaik-baiknya, menjaga integritas, memperkuat kebersamaan dan hadir memberikan pelayanan yang bermanfaat,” tambah Ismail.
Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar. Kebersamaan jajaran Rutan, Lapas, Bapas dan Imigrasi Garut dalam Aksi Bersih Kemerdekaan diharapkan menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dapat terus dijaga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Ini tentunya menjadi pengingat bahwa memperingati kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Kepedulian terhadap lingkungan, menjaga fasilitas publik, menghormati jasa para pahlawan serta mempertahankan budaya gotong royong menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)
