Dalam bidang pelayanan keagamaan, Teddy mengatakan pelaksanaan ibadah haji dalam dua tahun terakhir berjalan lebih baik. Salah satu perkembangan yang disebutnya penting adalah adanya peluang pembangunan kawasan perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi.
Menurut Teddy, pemerintah Arab Saudi bahkan melakukan penyesuaian regulasi agar negara lain dapat memiliki lahan yang digunakan untuk mendukung pelayanan jemaah haji.
“Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” paparnya.
Baca Juga:Per 2 Juni 2026 KPPN Garut Salurkan Gaji ke-13 ASN Pusat Rp34,28 MiliarDiduga Hendak Akhiri Hidup, Perempuan Berhasil Diselamatkan Usai Terjun dari Jembatan Sasak Besi Bayongbong
Teddy juga menyoroti peran Indonesia dalam isu kemanusiaan Palestina. Ia menyebut pemerintah terus memberikan bantuan melalui pengiriman logistik, dukungan layanan kesehatan, hingga program pendidikan bagi pelajar Palestina di Indonesia.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa diplomasi Indonesia juga berhasil membantu pemulangan seorang warga negara Indonesia yang sempat ditahan oleh otoritas Israel di Lod. Menurutnya, proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat berkat koordinasi diplomatik yang dilakukan pemerintah.
Di akhir pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa ukuran keberhasilan diplomasi pemerintah harus dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan kepentingan nasional yang berhasil diperjuangkan.
“Yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Semua itu adalah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo lewat berbagai cara, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan,” kata Teddy. (*)
