Keutamaan Puasa Arafah tidak hanya terbatas pada penghapusan dosa kecil. Puasa ini termasuk dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun.
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.
Pada hari Arafah, pintu-pintu langit terbuka lebar. Doa-doa yang dipanjatkan akan lebih mustajab. Banyak ulama menyarankan agar umat Islam memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istighfar di hari tersebut.
Baca Juga:Hanya Terima Siswa Jalur Prestasi, Pemdaftaran Sekolah Maung Jadi SorotanMengintip Pedoman dan Tema Dari Logo Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026
Selain membersihkan dosa, puasa Arafah juga melatih kesabaran, empati terhadap yang kelaparan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam konteks kehidupan saat ini, di mana banyak godaan dan kesalahan kecil sehari-hari menumpuk, puasa Arafah menjadi “reset” spiritual yang sangat dibutuhkan.
Ia mengingatkan kita bahwa Allah Maha Pengampun dan selalu memberikan kesempatan untuk bertaubat.
Tata Cara dan Tips Menjalankan Puasa Arafah
- Bangunlah sebelum Subuh untuk sahur yang bergizi agar kuat menjalani puasa.
- Ucapkan niat dengan benar.
- Perbanyak ibadah, hindari hal-hal yang membatalkan puasa, dan jaga lisan serta hati.
- Berbukalah tepat waktu dengan yang manis dan air putih, diikuti doa berbuka puasa.
- Shalat Maghrib berjamaah, lalu lanjutkan dengan ibadah malam.
Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti sakit atau sedang hamil, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ustadz sebelum berpuasa. Puasa sunnah boleh ditinggalkan jika dikhawatirkan membahayakan. (*)
