Pasar saham domestik ikut terdampak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,11% ke level 6.829,023, sementara LQ45 melemah 0,84%. Sektor-sektor yang sensitif terhadap nilai tukar, seperti importir dan perusahaan dengan utang dolar, kemungkinan besar akan menghadapi tekanan berat.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar spot dan forward untuk menstabilkan rupiah. Namun, dengan fundamental global yang masih bergejolak, langkah moneter saja mungkin tidak cukup. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk meredam gejolak lebih lanjut.(*)
