“Dan masalah keterkaitan dengan kebersihan, beberapa kasus juga banjir ada yang karena alam ya karena curah hujan sangat besar, tapi juga karena ada beberapa aliran air yang tersumbat, ada juga yang dibikin rumah diatasnya, ada juga yang pinggiran irigasi yang jebol, itu juga kita perbaiki,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan BTT hanya bersifat penanganan sementara, bukan untuk pembangunan permanen. Perbaikan menyeluruh harus menunggu penganggaran berikutnya.
“Sekarang hanya di treatment, di berlakukan supaya fungsinya bisa berjalan itu pun tidak optimal kayak jembatan, nggak bisa bangun jembatan, karena itu harus harus nunggu nanti, sekarang asal bisa lewat oleh masyarakat,” tutup Syakur. (Rizka)
