Ia menambahkan bahwa tingginya antusiasme warga binaan menjadi indikator bahwa kegiatan pembinaan yang bersifat rekreatif dan edukatif sangat dibutuhkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta memberikan ruang ekspresi yang positif bagi warga binaan.
“Kami melihat langsung bagaimana warga binaan berpartisipasi dengan penuh semangat, saling mendukung, bahkan menunjukkan potensi-potensi yang mungkin selama ini belum tergali,” jelasnya.
“Ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan yang humanis dan partisipatif dapat memberikan dampak nyata dalam proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Baca Juga:Seri Motivasi Seuri 174, OBAT–NYAMUKBupati Garut ajak Jajaran MUI Perkuat Komunikasi dan Berkolaborasi Lintas Sektor
Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang seimbang, tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada aspek mental, sosial, dan emosional warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, warga binaan tetap memiliki harapan, semangat, dan bekal positif untuk kembali ke masyarakat. Melalui kegiatan seperti pekan olahraga ini, kami berharap tercipta lingkungan yang kondusif, harmonis, serta mampu mendorong proses reintegrasi sosial yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (*)
