Aceng juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepengurusannya dan berpesan agar pengurus mendatang tetap konsisten mengikuti aturan yang telah dirumuskan oleh dewan pembina dan kasepuhan.
Sementara itu, Ketua Panitia acara, Asep Iwa Soemantri, menjelaskan bahwa haul ini merupakan bentuk penghormatan kepada 15 kiai pendiri yayasan. Tradisi silaturahmi yang telah terjaga sejak tahun 1969 ini diharapkan terus menjadi perekat kebersamaan antar sesama.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Dewan Pembina, Penasehat, dan Pengurus Harian Yayasan Bani Syech Nuryayi, para ulama dan kiai, unsur Forkopimda Kabupaten Garut, Camat Karangpawitan, serta para lurah setempat.
Baca Juga:Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Liga 1 2025/2026Garut Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,95% di 2025, IPM Naik ke Kategori Tinggi
Kehadiran mereka menunjukkan betapa kuatnya semangat gotong royong di kalangan masyarakat Garut.
Ajakan kolaborasi yang disampaikan Bupati ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Dengan melibatkan yayasan keagamaan, ulama, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan berbagai program prioritas seperti peningkatan mutu pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan layanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas. (*)
