TASIKMALAYA – Dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polres Tasikmalaya menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Agung Baiturahman Gebu, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut langsung dipadati warga, terutama kaum ibu rumah tangga yang telah menunggu sejak siang hari.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi mengingat harga kebutuhan pokok di pasaran cenderung mengalami kenaikan menjelang dan selama Ramadan.
Baca Juga:Resa Khoerunisa, Lulusan Geologi Penerima Beasiswa Star Energy Geothermal yang Menginspirasi78.151 Data PBI JK Nonaktif, BPJS Kesehatan Garut Sosialisasikan Mekanisme Reaktivasi
Kapolres Tasikmalaya, Wahyu Pristha Utama mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kondisi ekonomi warga.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik,” ujar Wahyu di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta membantu mengendalikan potensi inflasi daerah selama Ramadan.
“Momentum Ramadan seringkali diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat membantu menekan gejolak harga sekaligus meringankan beban masyarakat,” tambahnya.
Program ini, lanjutnya, juga sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sembilan komoditas utama dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras SPHP dijual Rp11.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, daging sapi Rp140.000 per kilogram, serta daging ayam Rp54.000 untuk dua kilogram.
Selain itu, telur ayam dibanderol Rp28.000 per kilogram, cabai Rp50.000 per kilogram, bawang merah dan putih Rp36.000 hingga Rp40.000 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Baca Juga:Seri Motivasi Seuri 171, LIEUR – PUASAApel Kenaikan Pangkat, Kepala Rutan: Jadikan Ini Titik Awal Meningkatkan Integritas dan Kualitas Pelayanan
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Wiwin (30), salah seorang pembeli, mengatakan harga yang ditawarkan jauh lebih bersahabat dibandingkan harga di pasaran.
“Alhamdulillah sangat membantu. Saya beli beras, telur, dan minyak. Harganya memang lebih murah dari pasar,” katanya.
Selain harga yang relatif lebih rendah, menurutnya lokasi kegiatan yang berada di pusat ibu kota kabupaten turut memudahkan akses masyarakat untuk datang dan berbelanja.
