GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti masih kurangnya sosialisasi terkait nomor layanan darurat kepada masyarakat menyusul terjadinya kebakaran di pusat perkotaan Garut, tepatnya di kawasan pertokoan.
Menurut Syakur, saat kejadian kebakaran, sebagian warga masih terlihat kebingungan untuk melapor dan menghubungi pihak terkait.
Padahal, nomor layanan darurat sebenarnya sudah tersedia. Namun belum tersosialisasikan secara maksimal.
Baca Juga:Kebakaran Landa Pertokoan di Pusat Kota Garut, Damkar Kerahkan 5 Unit Mobil dan 35 PersonelRamalan Zodiak Pekan Ini: Arah Cinta, Karier, dan Keuangan
“Tadi kita lihat kurangnya sosialiasi terkait nomor emergency, jadi mereka bingung harus kesiapa menghubunginya,” ujar Syakur, saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu 14 Januari 2026.
Syakur menekankan, bahwa sosialisasi terkait nomor emergency harus gencar disosialisasikan kepada masyarakat. “Sebenarnya sudah pada tahu, cuman harus dibanyakin lah, kalau ada apa-apa (masyarakat) bisa langsung hubungi, harus disosialisasikan ke masyarakat,” ucapnya.
Meski begitu, Syakur mengapresiasi kinerja Damkar Garut dalam menangani kejadian kebakaran tersebut. Ia menilai, respon petugas di lapangan sudah cukup baik. “(Responsif damkar) menurut saya lumayan bagus. Cuman tadi informasinya telat, mereka bingung,” pungkasnya.
Sebelumnya dikabarkan, tiga kios pertokoan atau toko oleh-oleh di kawasan perkotaan Garut tepatnya dipersimpangan Jalan Pramuka – Jalan Bank mengalami kebakaran, yang diduga akibat kebocoran gas. (Ale)
