GARUT – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, tengah mendorong kerjasama ternak sapi antara Badan Usaha Milik Desa bersama (BUMDesMA) dengan sebuah perusahaan swasta.
Kepala Diskanak Kabupaten Garut, Beni Yoga menerangkan, ada beberapa perusahaan yang tampaknya sudah berminat untuk mengembangkan ternak sapi bekerjasama dengan BUMDes bersama.
“Yang sedang kita dorong, di pemenuhan daging sapi gitu ya. Kita sedang mencari perusahaan inti yang mau bermitra dengan BUMDes bersama nanti,” terang Beni Yoga.
Baca Juga:Persiapan Putaran Nasional Liga 4, Persigar Gelar Seleksi PemainAngka Stunting di Garut Turun Jadi 11,8 Persen, Dinkes Genjot Sosialisasi dan Perbaikan Gizi
Beni Yoga menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan sudah menunjukkan minat untuk menjalin kemitraan dengan BUMDes bersama.
Namun, prosesnya kini memasuki tahap pembahasan lebih rinci, terutama terkait besaran investasi dari masing-masing pihak.
Menurutnya, perlu ada perhitungan bersama antara perusahaan dan pihak desa untuk menentukan porsi investasi yang akan dikeluarkan BUMDes serta kontribusi dari perusahaan inti.
Hal ini penting agar kerja sama yang dibangun nantinya berjalan seimbang dan saling menguntungkan.
“Nah, kemarin ada beberapa yang sudah berminat tinggal mungkin nanti hitung-hitungan dengan kepala desa, ini investasi yang dikeluarkan oleh BUMDes bersama nanti berapa, nah investasi dari perusahaan inti berapa,” jelasnya.
Dari kerjasama yang dirancang ini, pihak Desa diminta untuk menyiapkan lahan sekurangnya 200 tumbak (2800 meter persegi). Sementara dari pihak perusahaan sudah siap memberikan support untuk kebutuhan bibit, pakan dan lainnya.
“Nah tinggal hitung-hitungan B to B lah antar mereka itu masuk gak di harga. Kalau hitungan kemarin sih masih bisa masuk, cuman memang desa minimal harus menyiapkan ada dua ratus tumbakan lah kurang lebih untuk pemenuhan kebutuhan kandang dan sebagainya,” ujarnya.
Baca Juga:Tanah Kas Desa Jadi Sorotan, DPMD Garut Pastikan Pembangunan KDMP Sesuai Regulasi KemendagriAminah Lansia di Cimuncang Rumahnya Nyaris Ambruk, Tak Dapat Bansos Apapun
Beni menambahkan, perusahaan inti telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan kebutuhan bibit serta pakan ternak. Dengan begitu, beban biaya di tingkat desa menjadi lebih ringan.
Desa hanya perlu fokus pada proses pemeliharaan sehari-hari, sehingga kerja sama ini dinilai berpotensi memberikan manfaat besar tanpa menuntut modal yang terlalu besar dari BUMDes.
“Karena untuk bibit dan pakan kelihatannya sudah disupport oleh perusahaan inti, nah desa tinggal, apa pemeliharaan,” sambung Beni.
