GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan angka stunting, terbukti ditahun 2025 sekarang kondisi stunting di Garut menurun dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani mengatakan, bahwa angka stunting di Garut tahun ini sekitar 11,8%, menurun dari tahun sebelumnya.
“Ya kalau berdasarkan data yang sigizi terpadu, itu memang kita berada di sekitar 11,8 persen. Tahun sebelumnya itu sekitar 14,2,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Tanah Kas Desa Jadi Sorotan, DPMD Garut Pastikan Pembangunan KDMP Sesuai Regulasi KemendagriAminah Lansia di Cimuncang Rumahnya Nyaris Ambruk, Tak Dapat Bansos Apapun
Menurut Leli, wilayah di Kecamatan Cibalong masih tinggi kondisi stunting, meskipun di wilayah Garut kota dan Utara pun tinggi melihat penduduk yang cukup padat.
“Memang di daerah kota dan utara, karena penduduknya yang banyak. Tapi kalau secara persentase, memang Cibalong itu masih tinggi,” katanya.
Leli menyampaikan, bahwa pola asuh masih menjadi permasalahan utama yang sering ditemui dilapangan.
“Ya banyaknya sih dari ini ya, dari pola asuh ya, kemudian juga banyak sosial ekonominya juga,” ucapnya.
Ia memaparkan, bahwa langkah dari Dinkes terus dilakukan sosialisasi terkait stunting, dilakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan melakukan pencegahan untuk remaja putri agar tetap sehat.
“Ya kita tetap ya satu kita sosialisasi, kemudian kita juga memberikan PMT ya kemudian kita juga melakukan pencegahan terutama untuk intervensi spesifik ya bagaimana kita memberikan memastikan remaja-remaja putri kita sehat ya mereka harus kita pastikan untuk mendapatkan tablet tambah darah setiap minggu,” paparnya.
Leli mengatakan PMT diberikan kepada bayi balita yang mengalami masalah gizi, untuk Ibu Hamil juga, serta didorong untuk memiliki jamban sehat.
Baca Juga:Polres Garut Laksanakan Binrohtal dan Doakan Keselamatan Warga yang Terdampak BencanaEdukasi Keselamatan, Satlantas Garut Sambangi Sopir Bus Terminal Guntur
“Kemudian juga bayi balita yang mengalami masalah gizi kita berikan PMT ya, ibu hamil yang bermasalah gizi kita berikan PMT gitu dan kita juga memang mendorong mereka untuk memiliki juga jamban sehat, sanitasi sehat,” katanya.
Terbukti, Pemkab Garut bersama dengan Dinkes berhasil melampaui target nasional 14% untuk penurunan angka stunting. “Sudah, sudah terlampaui kemarin,” katanya.
Leli menambahkan, peran kader kesehatan dan faskes di Garut sangat berperan penting untuk menekan angka stunting.
“Ya mereka sangat berperan sekali dalam satu mendampingi untuk remaja, ibu-ibu hamil, balita-balita agar tidak sampai jatuh ke kondisi stunting,” tutup Leli. (Muhamad Rizka)
