BEM UI Galang Aksi Darurat Kabut Asap Senin Ini, Usung 9 Tuntutan Keras

(Istimewa)
BEM UI gelar aksi seruan mendesak pemerintah menaikkan status bencana Karhutal Kalimantan jadi bencana nasional (Istimewa)
0 Komentar

Kehadiran langsung pejabat tinggi diharapkan mempercepat koordinasi dan menunjukkan keseriusan negara.​

Enam tuntutan lainnya menyasar aspek penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, transparansi anggaran penanganan, perlindungan masyarakat adat dan peladang, penguatan mitigasi jangka panjang, serta pemenuhan hak dasar warga yang terdampak.

Aksi ini menjadi kelanjutan dari serangkaian gerakan sebelumnya, termasuk aksi #KalselLumpuh yang juga melibatkan BEM UI dan elemen mahasiswa di Kalimantan Selatan.

Baca Juga:Damkar Garut Terus Berjuang Padamkan Api di TPA Pasir Bajing, Upaya Intensif Masih BerlangsungJadwal Lengkap Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Daud

Kabut asap karhutla 2026 sudah menimbulkan dampak luas. Ribuan penerbangan terdampak, kualitas udara di berbagai kota memburuk, kasus ISPA meningkat, dan aktivitas ekonomi di daerah terdampak lumpuh.

Masyarakat di Kalimantan, Sumatera, hingga Papua merasakan langsung dampaknya. Mahasiswa UI memandang aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan desakan agar negara segera hadir secara nyata.

Dengan bergabungnya BEM UI, harapan besar tertuju pada pemerintah agar tidak lagi menunda penetapan status bencana nasional dan penanganan yang lebih tegas. Kalimantan sebagai “paru-paru dunia” sedang sesak.

Kini, suara mahasiswa dan masyarakat sipil menuntut agar negara segera bertindak sebelum krisis ini semakin dalam. Aksi Senin 19 Oktober 2026 menjadi ujian nyata apakah pemerintah mendengar keluhan rakyat yang sudah lama terpendam di balik kabut asap.(*)

0 Komentar