Damkar Garut Terus Berjuang Padamkan Api di TPA Pasir Bajing, Upaya Intensif Masih Berlangsung

Kumpulan asap di TPA Pasir Bajing Garut yang tengah terbakar. (Istimewa)
Kumpulan asap di TPA Pasir Bajing Garut yang tengah terbakar. (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut bersama unsur gabungan hingga Sabtu, 16 Oktober 2026 dini hari, masih terus berupaya memadamkan sisa-sisa api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Proses pemadaman yang sudah berlangsung memasuki hari ketujuh ini belum sepenuhnya tuntas, sehingga personel Damkar tetap bertahan di lapangan menghadapi panas, asap tebal, dan kondisi medan yang sulit.

Menurut informasi dari Damkar Garut, petugas gabungan dari berbagai unsur terus bekerja keras agar api segera padam total dan situasi di kawasan TPA kembali aman serta terkendali. Panas terik, kepulan asap yang mengganggu pernapasan, serta tumpukan sampah yang masih menyimpan bara menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini.

Baca Juga:Jadwal Lengkap Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa DaudKPK Bongkar Korupsi BNPB yang Berlangsung Sejak 2022

Kebakaran di zona 3 TPA Pasir Bajing sempat menghanguskan lahan seluas sekitar 3–4 hektare dan menghasilkan asap yang menjalar hingga ke permukiman warga serta Jalan Raya Garut–Bandung.

Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan. Damkar Garut mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran ditambah satu unit cadangan, didukung puluhan personel gabungan termasuk bantuan satu regu Tim SAR Brimob Polda Jawa Barat.

Petugas melakukan penyemprotan air secara bergantian dan intensif ke titik-titik yang masih menyala atau berpotensi kembali berkobar. Karakter kebakaran di area TPA yang kaya gas metana dari tumpukan sampah membuat api sulit dipadamkan secara permanen dalam waktu singkat.

Meski demikian, Damkar dan mitra tetap bertahan, bergiliran menjaga pos-pos pemadaman agar tidak ada kobaran baru yang muncul.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, sebelumnya menekankan pentingnya pengerahan seluruh kekuatan untuk menuntaskan kebakaran secepat mungkin.

Personel Damkar tidak hanya fokus pada pemadaman permukaan, tetapi juga memastikan bara di dalam tumpukan sampah benar-benar padam agar tidak menyebar lagi. Kerja sama dengan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Tagana, PMI, TNI, dan Polri terus digalang agar operasi berjalan terkoordinasi.

Pemerintah daerah telah menyiapkan layanan kesehatan bagi warga sekitar yang terdampak, termasuk sekitar 500 kepala keluarga di lingkungan TPA, dengan biaya pengobatan ditanggung selama masa tanggap darurat.

0 Komentar