RADARGARUT– Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengeluarkan pengumuman resmi terkait status jalur pendakian Gunung Cikuray. Dinyatakan bahwa jalur pendakian Gunung Cikuray via Tapak Gerot masih ditutup hingga pemberitahuan selanjutnya.
Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan para pendaki sekaligus menjaga kelestarian alam di sekitar kawasan gunung tersebut.
Dalam pengumuman yang beredar, disebutkan secara jelas bahwa waktu pembukaan kembali jalur Tapak Gerot belum ditentukan. Selama masa penutupan berlangsung, seluruh calon pendaki diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian melalui jalur tersebut.
Baca Juga:Damkar Garut Terus Berjuang Padamkan Api di TPA Pasir Bajing, Upaya Intensif Masih BerlangsungJadwal Lengkap Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Daud
Imbauan ini bukan semata-mata formalitas, melainkan langkah preventif agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan di medan gunung yang cukup menantang.
Gunung Cikuray yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu destinasi pendakian favorit di kawasan Priangan Timur. Dengan ketinggian sekitar 2.821 meter di atas permukaan laut, gunung ini menawarkan pemandangan indah dan tantangan yang cukup berat bagi para pendaki.
Salah satu jalur yang cukup dikenal adalah jalur Tapak Gerot. Namun, kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dibuka kembali membuat pihak berwenang memutuskan untuk tetap menutup akses tersebut.
Pemerintah Kabupaten Garut menekankan pentingnya mematuhi informasi resmi. Pendaki diminta untuk selalu mengikuti update dari pihak Tapak Gerot maupun akun resmi pemerintah daerah.
Hal ini ditujukan agar tercipta ketertiban bersama sekaligus melindungi keselamatan jiwa. Selain aspek keselamatan, penutupan jalur juga berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian alam.
Aktivitas pendakian yang tidak terkontrol berpotensi merusak ekosistem di sekitar gunung. Dengan menutup jalur untuk sementara, pihak terkait berharap kondisi jalur dapat dipulihkan atau diperbaiki terlebih dahulu sebelum dibuka kembali untuk umum. Langkah ini sejalan dengan semangat menjaga alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Bagi para pencinta alam dan komunitas pendaki, pengumuman ini menjadi pengingat agar tidak nekat. Memaksakan pendakian di jalur yang ditutup tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko tinggi.
Baca Juga:KPK Bongkar Korupsi BNPB yang Berlangsung Sejak 2022BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur: Kemarau Lebih Panjang
Cuaca di kawasan gunung bisa berubah dengan cepat, medan yang licin atau rusak dapat membahayakan, dan akses bantuan jika terjadi sesuatu akan lebih sulit.
