Disnakertrans Garut Sebut Investasi Besar Jadi Kunci Utama Lapangan Kerja

Para pegawai PT. Changsin Garut. (Rizka/Radar Garut)
Para pegawai PT. Changsin Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengungkapkan bahwa pencapaian target 100 ribu lapangan kerja tidak mungkin hanya mengandalkan program penempatan tenaga kerja yang selama ini dilakukan pemerintah daerah.

Menurutnya, investasi berskala besar menjadi faktor utama dalam membuka kesempatan kerja secara masif, terutama melalui pembangunan industri baru yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

“Kalau ingin mencapai target lima tahun ke depan, maka harus didirikan investasi yang luar biasa. Sebab kalau mengacu kepada tugas pokok kita, kalau hanya dua sampai tiga lowongan kerja tidak akan pernah tercapai, maka kuncinya adalah di investasi,” ujar Nia saat dikonfirmasi.

Baca Juga:132 Ribu Peserta BPJS di Garut Dinonaktifkan, DPRD Minta Warga Miskin Jangan Jadi Korban Salah DataAnggaran Jalan Garut 2027 Direncanakan Naik Jadi Rp485 Miliar, Sekda: Masih Dibahas DPRD

Ia mencontohkan, pembangunan satu pabrik baru berpotensi membuka kesempatan kerja bagi sekitar 1.000 hingga 3.000 orang, tergantung kapasitas dan kebutuhan perusahaan.

“Kalau terjadi pembangunan pabrik, pasti kebutuhannya akan terpenuhi 1.000, 2.000, 3.000. Tapi kalau tidak ada investasi yang masif tidak akan pernah tercapai,” katanya.

Selain investasi industri, Nia menjelaskan bahwa penciptaan kesempatan kerja juga harus dilakukan melalui berbagai sektor, termasuk penempatan pekerja migran ke sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Turki.

Sektor informal juga dinilai memiliki potensi besar, terutama melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta program kewirausahaan yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.

“Jadi pencapaian lapangan kerja yang 100 ribu itu tidak hanya pada sektor formal, tetapi sektor informal, namanya perluasan kerja,” ungkapnya.

Nia menyebutkan, salah satu program yang dapat mendukung perluasan kesempatan kerja adalah Wira Hebat yang diinisiasi Wakil Bupati Garut, serta pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Terkait capaian, ia mengklaim sepanjang 2025 terdapat sekitar 18 ribu kesempatan kerja yang telah terisi, terutama di sektor industri seperti PT Changshin dan PT Uni.

Baca Juga:IJD Rp41 Miliar Segera Garap Ruas Pamegatan-Singajaya Sepanjang 6,5 KilometerBapenda Garut Genjot PAD lewat Split Payment dan Program UAS

Jumlah tersebut, menurut perhitungannya, berpotensi bertambah dengan kontribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menyerap hampir 8.000 tenaga kerja.

“SPPG sebetulnya menyumbang hampir 8.000 penciptaan lapangan kerja baru, jadi kalau 18.000 ditambah dengan 8.000 sudah tercapai 26.000 sebetulnya, hanya intervensinya kecil,” jelasnya.

0 Komentar