Disnakertrans Garut Sebut Investasi Besar Jadi Kunci Utama Lapangan Kerja

Para pegawai PT. Changsin Garut. (Rizka/Radar Garut)
Para pegawai PT. Changsin Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

Sementara itu, berdasarkan data hingga Juni 2026, Disnakertrans Garut mencatat hampir 15 ribu masyarakat telah membuat kartu pencari kerja atau kartu kuning, sedangkan jumlah lowongan pekerjaan yang dilaporkan telah terisi mencapai sekitar 8.000.

Nia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Garut telah melakukan intervensi melalui program pelatihan tenaga kerja. Sekitar 960 orang mendapatkan pelatihan pada 2025 dengan dukungan kementerian, sementara penempatan melalui program yang didukung APBD disebut telah mencapai sekitar 720 orang.

“Jadi masyarakat dikursuskan oleh kita, dilatih oleh kita, ditempatkan di dua perusahaan Changshin dengan PT Uni. Itu pun jumlahnya tidak terlalu banyak, baru mencapai 720 orang,” katanya.

Baca Juga:132 Ribu Peserta BPJS di Garut Dinonaktifkan, DPRD Minta Warga Miskin Jangan Jadi Korban Salah DataAnggaran Jalan Garut 2027 Direncanakan Naik Jadi Rp485 Miliar, Sekda: Masih Dibahas DPRD

Untuk mempercepat pencapaian target, Nia berharap adanya tambahan investasi baru. Salah satunya melalui pembangunan pabrik El Nopa yang diproyeksikan selesai pada 2027 dan berpotensi menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.

Ia menegaskan, target 100 ribu lapangan pekerjaan membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah, dukungan investor, serta penguatan pelatihan tenaga kerja agar masyarakat Garut memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Jadi saya berharap bahwa kolaborasi beberapa dinas dengan kami menciptakan lowongan kerja baru,” pungkasnya. (*)

0 Komentar