GARUT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan proses pelelangan di tingkat pemerintah pusat untuk penanganan ruas jalan Pamegatan-Singajaya telah selesai.
“Saat ini baru selesai pelelangan,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisata Gunung Papandayan Masih Dibatasi hingga Pos 4 dan 5Garut Siapkan 30 Ribu Hektare untuk Program Bioetanol, Jagung dan Singkong Jadi Komoditas Utama
Ia menjelaskan, ruas Pamegatan-Singajaya menjadi salah satu jalan yang sebelumnya diusulkan Pemkab Garut kepada pemerintah pusat melalui program IJD.
Usulan tersebut kemudian disetujui dengan nilai anggaran sekitar Rp41 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 6,5 kilometer.
“Kalau satu ruas Pamegatan-Singajaya, sepanjang 6,5 kilometer dengan rencana anggaran Rp41 miliar,” katanya.
Menurut Agus, pengajuan program tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak 2025 dan baru dapat direalisasikan pada 2026.
“Mulai tahun 2025 sebenarnya pengusulannya, dan alhamdulillah bisa direalisasi di tahun ini,” jelasnya.
Pemkab Garut, kata dia, terus berupaya memanfaatkan berbagai sumber pendanaan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, termasuk melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelayakan, kenyamanan, dan keamanan akses jalan bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Garut.
Baca Juga:Potensi PAD Garut Dinilai Besar, DPRD Soroti Pengawasan Pariwisata dan ParkirKekeringan Picu Gagal Panen di Garut, Dispertan Siapkan 2,5 Ton Benih Padi untuk Petani
Agus menambahkan, kebutuhan penanganan jalan di Kabupaten Garut masih cukup besar.
Total panjang jalan kabupaten mencapai sekitar 1.022 kilometer, sedangkan jalan desa berada di kisaran 2.900 kilometer.
Dari total jalan kabupaten tersebut, sekitar 55 persen berada dalam kondisi baik. Sementara sekitar 350 kilometer lainnya masih mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.
Menurutnya, dibutuhkan anggaran yang sangat besar apabila seluruh ruas jalan kabupaten ingin ditangani hingga berada dalam kondisi baik.
“Ya, kurang lebih di angka di atas Rp2 triliunan kebutuhan penanganan keseluruhan kalau misalkan ingin jalan kita bagus semua,” tutupnya. (*)
