Bapenda Garut Genjot PAD lewat Split Payment dan Program UAS

Kepala Bapenda Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdin.
Kepala Bapenda Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdin.
0 Komentar

GARUT — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengembangan sejumlah inovasi, di antaranya Split Payment dan program UAS atau “Untung Ada Struk”.

Kepala Bapenda Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, mengatakan kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pajak sekaligus memperkuat pengawasan transaksi pada sektor hotel dan restoran.

Baca Juga:Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisata Gunung Papandayan Masih Dibatasi hingga Pos 4 dan 5Garut Siapkan 30 Ribu Hektare untuk Program Bioetanol, Jagung dan Singkong Jadi Komoditas Utama

Menurutnya, program UAS melibatkan langsung masyarakat dengan mendorong konsumen untuk meminta dan menyimpan struk setiap kali melakukan transaksi.

“UAS ini bagaimana kita melibatkan masyarakat. Jadi ketika masyarakat berbelanja atau makan di restoran, struknya jangan dibuang. Struk tersebut bisa menjadi bagian dari pengawasan transaksi pajak,” ujar Ridzky belum lama ini.

Struk transaksi yang diterima konsumen nantinya dapat diunggah melalui platform atau kanal yang disediakan Bapenda pada tempat usaha yang mengikuti program tersebut.

Selain menjadi instrumen pengawasan transaksi, program UAS juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti undian berhadiah.

“Jadi masyarakat tidak hanya mendapatkan struk, tetapi struk itu bisa diikutsertakan dalam undian. Setiap bulan akan ada pengundian dengan berbagai hadiah atau doorprize,” katanya.

Ridzky berharap program tersebut dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk selalu meminta dan menyimpan struk setelah melakukan transaksi.

“Struk yang selama ini dianggap hanya sebagai bukti pembayaran, kita coba jadikan sebagai salah satu instrumen partisipasi masyarakat dalam mengawasi transaksi pajak daerah,” ujarnya.

Baca Juga:Potensi PAD Garut Dinilai Besar, DPRD Soroti Pengawasan Pariwisata dan ParkirKekeringan Picu Gagal Panen di Garut, Dispertan Siapkan 2,5 Ton Benih Padi untuk Petani

Selain UAS, Bapenda Garut juga mengembangkan inovasi Split Payment untuk meningkatkan transparansi pembayaran pajak pada transaksi hotel dan restoran.

Melalui sistem tersebut, komponen pajak dipisahkan dari nilai transaksi usaha sehingga lebih mudah dipantau dan meminimalisir potensi kebocoran penerimaan daerah.

“Split Payment ini salah satu upaya kita untuk membuat transaksi lebih transparan. Komponen pajaknya bisa terlihat dan terpisah dari nilai transaksi usaha, sehingga lebih mudah diawasi,” jelas Ridzky.

Menurutnya, optimalisasi PAD tidak cukup hanya dilakukan melalui penagihan dan pengawasan administratif. Diperlukan pula inovasi serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

0 Komentar