Musim Pancaroba, Kasus ISPA dan Influenza di Garut Meningkat Sekitar 30 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani.
0 Komentar

GARUT – Memasuki masa peralihan musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul akibat perubahan kondisi cuaca.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan musim pancaroba kerap diikuti peningkatan kasus penyakit, terutama yang berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan.

“Ya memang kita harus hati-hati ya, ada risiko-risiko penyakit yang memang bisa timbul di musim pancaroba ini,” ujar Leli saat diwawancarai.

Baca Juga:Kebakaran TPA Pasirbajing Garut Belum Padam, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat 14 HariPembakaran Limbah Kulit di Garut Kerap Dikeluhkan Warga, DLH Dorong Penegakan Hukum

Menurutnya, sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat di antaranya Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit menyerupai influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Yang pertama tentu saja Influenza Like Illness (ILI), terus ISPA, infeksi saluran pernapasan, kemudian juga seperti demam berdarah itu juga harus hati-hati,” katanya.

Leli menjelaskan, perubahan cuaca yang terjadi selama musim pancaroba menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri serta menjaga kebersihan lingkungan.

Khusus untuk mengantisipasi penyebaran DBD, masyarakat diminta rutin membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Upaya pencegahan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga tingkat kampung dan desa.

“Biasanya di suatu wilayah atau kampung, dimulai dari rumahnya, kampungnya, desanya,” ungkapnya.

Selain penyakit pernapasan dan DBD, Leli juga mengingatkan potensi meningkatnya penyakit diare selama musim pancaroba. Karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan makanan dan air serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun.

Baca Juga:380 Kios dan Lapak Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Siapkan Relokasi Pedagang dan Rencana RevitalisasiLintasan Karet SOR Kerkof dan Adiwijaya Rusak, Kadispora Garut Tegaskan Penggunaannya Khusus Atlet

Sementara itu, terkait kesiapan pelayanan kesehatan, Leli memastikan Dinkes Garut telah mengantisipasi potensi peningkatan penyakit musiman melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Jadi insyaallah kita di fasilitas kesehatan sudah mempersiapkan segalanya,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan Dinkes Garut, kasus penyakit menyerupai influenza dan ISPA mengalami peningkatan sekitar 30 persen selama musim pancaroba.

Meski demikian, Leli menyebutkan bahwa peningkatan tersebut masih menunjukkan pola yang relatif sama dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ya memang untuk kasus Influenza Like Illness, ISPA itu memang mengalami kenaikan, tapi sebetulnya hampir sama polanya dengan tahun-tahun sebelumnya, peningkatannya di angka sekitar 30 persenan,” pungkasnya. (*)

0 Komentar