380 Kios dan Lapak Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Siapkan Relokasi Pedagang dan Rencana Revitalisasi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut, Ridwan Effendi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut, Ridwan Effendi
0 Komentar

GARUT – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Andir di Kampung Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Rabu (7/10/2026) malam, mengakibatkan ratusan kios dan lapak pedagang terdampak.

Api yang dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 21.30 WIB tersebut menghanguskan sejumlah bagian pasar, mulai dari lapak pedagang kaki lima (PKL) hingga kios yang berada di bagian depan maupun belakang pasar.

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, sedikitnya 380 kios, los, dan lapak pedagang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Baca Juga:Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisata Gunung Papandayan Masih Dibatasi hingga Pos 4 dan 5Garut Siapkan 30 Ribu Hektare untuk Program Bioetanol, Jagung dan Singkong Jadi Komoditas Utama

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah penanganan darurat dengan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta perwakilan pedagang Pasar Andir.

“Ya, pasca kebakaran Pasar Andir hari ini tepatnya pukul 10, kami akan menggelar rapat koordinasi melibatkan beberapa pihak, baik itu dari lingkup pemerintah daerah, kemudian Forkopimcam, dan juga unsur pedagang, untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan darurat tercepat untuk menangani akibat dari bencana kebakaran ini,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi.

Ridwan mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 380 tempat usaha pedagang terdampak kebakaran. Jumlah tersebut terdiri atas berbagai jenis bangunan dan lapak dengan ukuran berbeda.

“Ini data sementara sudah ada, dari mulai kios ukuran 3×3 itu ada 129, kios ukuran 2×3 ada 48, sementara los 2×2 ada 180, dan lapak PKL ada 23, jadi jumlah sementara ini ada 380,” jelasnya.

Menurut Ridwan, salah satu langkah mendesak yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah adalah menyediakan lokasi relokasi sementara bagi para pedagang yang kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran.

Relokasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat agar aktivitas perekonomian para pedagang dapat kembali berjalan, sembari pemerintah merumuskan langkah penataan dan pembangunan kembali kawasan pasar.

Baca Juga:Potensi PAD Garut Dinilai Besar, DPRD Soroti Pengawasan Pariwisata dan ParkirKekeringan Picu Gagal Panen di Garut, Dispertan Siapkan 2,5 Ton Benih Padi untuk Petani

“Memang ke depan ini perlu ada revitalisasi, perlu penanganan revitalisasi. Namun untuk penanganan sementara tentu kami akan merumuskan untuk ada relokasi sementara,” ungkapnya.

Selain membahas relokasi, Pemkab Garut juga akan mengkaji berbagai bentuk bantuan yang memungkinkan diberikan kepada pedagang terdampak kebakaran.

0 Komentar