GARUT – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan fasilitas olahraga, khususnya lintasan karet di Sarana Olahraga (SOR) Kerkof dan SOR Adiwijaya.
Pasalnya, lintasan karet di kedua fasilitas olahraga tersebut mengalami kerusakan yang salah satunya diduga akibat terlalu sering digunakan oleh masyarakat umum. Padahal, lintasan tersebut diperuntukkan bagi atlet, khususnya cabang olahraga atletik, untuk menunjang kegiatan latihan dan peningkatan kemampuan fisik.
Asep menjelaskan, lintasan berbahan karet memiliki karakteristik khusus sehingga penggunaannya tidak bisa disamakan dengan lintasan olahraga biasa yang dapat digunakan masyarakat secara terus-menerus.
Baca Juga:Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisata Gunung Papandayan Masih Dibatasi hingga Pos 4 dan 5Garut Siapkan 30 Ribu Hektare untuk Program Bioetanol, Jagung dan Singkong Jadi Komoditas Utama
“Jadi seharusnya kita itu melihat kepada Gasibu Bandung, kan itu bukan lintasan karet. Kalau karet itu kan kekhususan untuk para atletik,” ujar Asep saat dikonfirmasi belum lama ini.
Menurutnya, lintasan karet membutuhkan perawatan khusus karena materialnya rentan mengalami penurunan kualitas akibat intensitas penggunaan yang tinggi serta paparan cuaca, baik panas maupun hujan.
“Kalau yang namanya karet kan tidak bisa terus-menerus dipakai, kena hujan, panas, sehingga tidak bisa lama,” ungkapnya.
Asep menyebutkan, kerusakan lintasan karet menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Terlebih, pemerintah daerah harus menyediakan anggaran pemeliharaan dan perbaikan yang tidak sedikit.
Ia memperkirakan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki lintasan karet di SOR Kerkof maupun SOR Adiwijaya mencapai sekitar Rp80 juta setiap tahun.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan area olahraga lainnya yang tersedia, tanpa harus menggunakan lintasan karet yang sejatinya diprioritaskan bagi para atlet.
“Padahal kalau melihat Stadion Arcamanik Bandung saja, kan kalau olahraga tidak melulu harus di lintasan. Kalau kita menggunakan lintasan dipakai untuk umum, itu rusak dua-duanya. Kerkof rusak, SOR Adiwijaya rusak,” katanya.
Baca Juga:Potensi PAD Garut Dinilai Besar, DPRD Soroti Pengawasan Pariwisata dan ParkirKekeringan Picu Gagal Panen di Garut, Dispertan Siapkan 2,5 Ton Benih Padi untuk Petani
Asep tidak menampik bahwa selama ini pihaknya belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat mengenai peruntukan lintasan karet tersebut.
Namun demikian, Dispora Garut terus memberikan penjelasan kepada masyarakat yang mempertanyakan penggunaan fasilitas olahraga, terutama mengenai fungsi lintasan karet sebagai sarana latihan atlet.
