GARUT – Musim kemarau yang masih melanda Kabupaten Garut berdampak terhadap sektor pertanian. Sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan hingga berujung gagal panen atau puso.
Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyiapkan bantuan sebanyak 2.500 kilogram atau 2,5 ton benih padi untuk membantu petani yang lahannya terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan bantuan tersebut disiapkan untuk kebutuhan penanaman kembali pada sekitar 100 hektare lahan sawah.
Baca Juga:Kejar Target Pembangunan 2027, Pemkab Garut Siap Bebaskan Lahan Sekolah Rakyat di Desa Sukakarya SamarangPemkab dan DPRD Garut Terus Godok Raperda PKL: Tertibkan Kota Tanpa Mematikan Usaha Rakyat
“Sebanyak 2.500 kilogram yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk 100 hektare,” ujar Ardhy, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, bantuan benih tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu petani yang kehilangan hasil panen akibat kekeringan agar dapat kembali melakukan penanaman ketika musim hujan tiba.
Penyaluran bantuan akan dilakukan kepada kelompok tani terdampak yang telah mengajukan permohonan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian maupun petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di masing-masing wilayah.
“Rencana diberikan menjelang musim hujan. Petani bisa mengajukan dengan menghubungi UPT atau POPT di setiap wilayah,” jelasnya.
Ardhy mengatakan, sebagian bantuan benih sebelumnya telah disalurkan kepada Kelompok Tani Peduli Pangan Harum Madu di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong.
Kelompok tani tersebut menjadi salah satu yang terdampak kekeringan hingga membutuhkan benih pengganti.
“Kebetulan di wilayah kelompok tersebut, beberapa waktu yang lalu dilaporkan mengalami kekeringan sehingga kita memberikan benih pengganti dari cadangan benih yang kita miliki,” katanya.
Baca Juga:Dorong Ekonomi Lokal, Disparbud Garut Padukan Pelayanan Publik dan Bazar UMKM Lewat Pasar KreatifPemkab Garut Berencana Menata PKL Pasar Baru dan Disulap Mirip Malioboro
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, total lahan pertanian yang mengalami puso akibat kekeringan di Kabupaten Garut mencapai sekitar 176 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.
Sementara bantuan 2,5 ton benih yang disiapkan saat ini ditujukan untuk penanganan sekitar 100 hektare lahan terdampak.
Selain bantuan benih, Pemkab Garut juga menyiapkan skema perlindungan bagi petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Program tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani yang memenuhi ketentuan untuk mendapatkan perlindungan terhadap risiko gagal panen.
“Kita skemanya kan ada dua, penggantian benih dan AUTP. Untuk AUTP, Pemkab Garut mengalokasikan 1.837 hektare,” ungkap Ardhy.
