RADARGARUT– Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali mewarnai ruas Jalan Tol Purbaleunyi (Cipularang). Berawal dari penurunan laju kendaraan yang tidak terantisipasi, insiden fatal melanda Kilometer 91.800 B arah Jakarta pada Rabu siang 7 Oktober 2026, sekitar pukul 13.40 WIB.
Sebuah truk berukuran besar hilang kendali dan menyapu belasan kendaraan di depannya hingga memicu kemacetan parah di sepanjang jalur utama menuju ibu kota.
​Kecelakaan beruntun ini melibatkan sedikitnya 15 kendaraan yang terdiri dari truk berat, minibus, hingga mobil keluarga. Peristiwa berdarah ini sempat menutupi seluruh lajur B (arah Jakarta), yang berdampak pada penghentian total arus lalu lintas selama beberapa jam saat proses evakuasi awal berlangsung.
Baca Juga:Emas Antam Melonjak Lagi! Harga per Gram Makin Perkasa, Waktunya Beli atau Jual?Makin Praktis! Ini Cara Aktivasi IKD Garut dan 10 Dokumen Kependudukan yang Bisa Diurus dari Rumah
​Kronologi Kejadian: Berawal dari Perlambatan Arus
Berdasarkan keterangan dari Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipularang, Kompol Joko Prihantono, insiden beruntun tersebut bermula ketika arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Jakarta sedang mengalami perlambatan. Di tengah situasi arus yang melambat, muncul sebuah truk bernomor polisi B 9773 UEL yang melaju kencang dari arah belakang.
​Pengemudi truk diduga tidak mampu mengantisipasi perubahan kecepatan kendaraan di depannya secara mendadak. Akibatnya, benturan keras tak terhindarkan dan memicu efek domino yang dahsyat.
​”Menurut keterangan awal, saat itu terjadi perlambatan arus lalu lintas. Kendaraan tractor head diduga kurang mengantisipasi kondisi tersebut sehingga menabrak kendaraan di depannya,” terang Joko.
​Dorongan hebat dari truk bermuatan berat itu menghantam mobil di depannya secara beruntun. Kendaraan yang tertabrak pertama kali langsung terdorong dan menyeruduk kendaraan lain secara bertubi-tubi hingga membentuk tumpukan kendaraan yang rusak parah di badan jalan.
​Indikasi Rem Blong dan Daftar Kendaraan yang Terlibat
​Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati, menyampaikan dugaan awal penyebab utama kecelakaan.
Dari hasil analisis dan pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, disinyalir terdapat kegagalan pada sistem pengereman truk kontainer tersebut.
​”Diduga kuat ada kegagalan pada fungsi pengereman (rem blong) pada kendaraan jenis trailer tersebut,” ujar Enggar saat dikonfirmasi.
Baca Juga:79 Persen Milenial dan Gen Z Makin Rajin Jaga Kesehatan dan KebugaranIndonesia Jadi Juara FIFAL ASEAN Cup 2026 Usai Bungkam Thailand Lewat Adu Penalti
​Dampak dari tabrakan karambol ini menghancurkan berbagai jenis kendaraan yang sedang melintas. Berdasarkan pendataan pihak kepolisian, terdapat 15 unit kendaraan yang terlibat, antara lain:
