GARUT – Guna menjaga ketertiban, Kepolisian Resort (Polres) Garut menerjunkan sejumlah personel untuk mengawal penyaluran beras bantuan pemerintah di tingkat desa.
“Pendampingan dan pengamanan dalam pendistribusian bantuan pangan beras di tiap kantor desa ini untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar serta bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi.
Ipda Susilo menuturkan, bahwa Bulog telah menyalurkan beras ke kantor-kantor desa sejak awal September 2026, yang kemudian dibagikan langsung oleh aparatur desa kepada penerima manfaat.
Baca Juga:Jumlah PJU di Garut Masih Jauh dari Kata IdealEvaluasi DTSEN dan BPJS PBI, Pemkab Garut Soroti Akurasi Data Kemiskinan hingga Beban Anggaran
Menurutnya, penyaluran program bantuan pangan beras di kantor desa selama ini berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran kepada masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pengamanan selama proses penyaluran selesai, semoga lancar, aman, dan tertib sampai akhir nanti,” katanya.
Ia menyampaikan, sebanyak 437.793 keluarga di Garut menerima bantuan beras alokasi Juli, Agustus, dan September dengan jatah masing-masing 30 kilogram.
Ipda Susilo menyebutkan, penyaluran beras bantuan di beberapa desa di Garut sudah selesai, sementara sebagian desa lainnya masih dalam proses pendistribusian.
Selain menjaga ketertiban, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi aksi curanmor ketika berada di lokasi pembagian beras.
“Masyarakat agar waspada dengan aksi pencurian kendaraan bermotor, terutama sepeda motor jenis matik dengan selalu menggunakan kunci ganda bila memarkir kendaraan,” katanya.
Demi menjaga mutu dan jumlah, pengawasan juga dilakukan langsung oleh tim dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang turut mengawal penyaluran beras di 42 kecamatan Garut yang ditargetkan selesai pada akhir September 2026. (*)
