Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan peningkatan anggaran infrastruktur perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki sejumlah porsi belanja yang telah diatur, termasuk untuk belanja pegawai dan pemenuhan anggaran pendidikan.
“Jadi hasil diskusi Pak Bupati dengan Pak Gubernur, Kabupaten Garut diharapkan meningkatkan anggaran infrastrukturnya di tahun 2027. Namun, tentunya kita juga melihat bagaimana kemampuan keuangan daerah,” ujar Agus.
Baca Juga:Dua Korban KM Virgo Tiba di Garut untuk DimakamkanAlfamidi Edukasi 200 Keluarga Balita di Garut tentang Pola Asuh dan Kesehatan Gigi
Agus menjelaskan, kebutuhan penanganan infrastruktur jalan di Garut sangat besar. Untuk jalan kabupaten saja, panjangnya mencapai sekitar 1.022 kilometer, sedangkan jalan desa diperkirakan mencapai sekitar 2.900 kilometer.
Dengan total jaringan jalan yang mencapai hampir 3.900 kilometer tersebut, kondisi jalan yang perlu mendapatkan penanganan masih cukup banyak.
Agus menyebut, kondisi jalan kabupaten yang baik baru sekitar 55 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 45 persen ruas jalan yang berada dalam kondisi rusak dengan tingkat kerusakan yang beragam.
“Kalau jalan kabupaten saja, kurang lebih ada sekitar 350 sampai 400 kilometer yang kondisinya rusak sedang dan rusak berat sehingga membutuhkan anggaran cukup besar,” katanya.
Ia memperkirakan, rata-rata kebutuhan penanganan jalan kabupaten berada di kisaran Rp2,8 miliar per kilometer. Dengan kebutuhan penanganan ratusan kilometer, anggaran yang diperlukan dapat mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kalau kita konversi, misalnya 400 kilometer, kebutuhan penanganannya bisa sekitar Rp900 miliar. Itu baru jalan kabupaten, belum lagi jalan desa,” jelas Agus.
Sementara untuk jalan desa, menurutnya, terdapat sekitar 1.500 kilometer yang juga membutuhkan penanganan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya beban pembiayaan infrastruktur yang harus ditangani pemerintah daerah.
Baca Juga:Sambangi Garut, Kapolda Jabar Tegaskan Pelayanan Polri Berbasis Riset dan Perkuat Silaturahmi Lewat JumlingJabar Siaga Satu! Kapolda Instruksikan Pengawalan Ketat Nobar Persib dan Jalur Wisata
Agus mengatakan, apabila seluruh jaringan jalan di Kabupaten Garut ingin berada dalam kondisi baik, kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun.
Meski begitu, pihaknya memahami bahwa kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, penanganan infrastruktur akan tetap dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kebijakan pemerintah daerah.
“Kita memahami tracking dengan kemampuan keuangan daerah. Kita tetap mengikuti kebijakan yang diambil pimpinan. Kalau secara teknis, kami tentu melaksanakan apa pun yang menjadi keputusan dan kebijakan pimpinan,” ujarnya.
