PGE Area Kamojang Raih Dua Penghargaan EBTKE 2026, Inovasi Panas Bumi Dorong Green Jobs dan Ekonomi Lokal

istimewa
PGE Area Kamojang Raih Dua Penghargaan EBTKE 2026, Inovasi Panas Bumi Dorong Green Jobs dan Ekonomi Lokal
0 Komentar

Teknologi ini mampu memangkas waktu pengeringan dari sekitar 14 hari menjadi hanya 12 jam, atau sekitar 28 kali lebih cepat dibanding metode konvensional.

Dalam satu tahun, teknologi tersebut mampu memanfaatkan sekitar 230,4 ton limbah organik dan menghasilkan sekitar 193,8 ton pupuk organik.

Program Geothermal Drytube memberikan dampak Green Jobs kepada 56 penerima manfaat dengan rentang usia 35 hingga 44 tahun.

Baca Juga:Pelajar SMPN di Wanaraja Diduga Alami Kekerasan Fisik dan Verbal oleh Oknum Guru, Keluarga Lapor PolisiKarutan Garut Perkuat Sinergi dengan Kodim 0611, Dorong Kesiapsiagaan dan Keamanan Rutan

Penghasilan penerima manfaat juga meningkat dari sekitar Rp46,27 juta menjadi Rp58,2 juta per tahun, atau naik 25,78 persen.

Selain menghasilkan pupuk, program tersebut disebut memberikan manfaat berupa penghematan biaya pembelian pupuk dan pestisida, efisiensi operasional, percepatan fermentasi serta peningkatan keterlibatan anggota dalam kegiatan produksi.

Baik Geothermal Dryhouse maupun Geothermal Drytube telah memperoleh Paten Sederhana.

General Manager PGE Area Kamojang, A. Novi Purwono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap konsistensi pengembangan teknologi sekaligus kolaborasi dengan masyarakat.

“Kami bersyukur dua inovasi PGE Area Kamojang berhasil meraih penghargaan pada dua kategori Apresiasi EBTKE 2026. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya apresiasi terhadap teknologinya, tetapi juga terhadap perjalanan dan kolaborasi yang telah kami bangun bersama masyarakat dalam memanfaatkan panas bumi untuk menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi baru,” ujar A. Novi Purwono.

Menurutnya, pemanfaatan panas bumi di Kamojang terus diarahkan agar manfaatnya tidak berhenti pada sektor pembangkitan listrik.

“Sejak 2013, kami terus mengembangkan pemanfaatan langsung panas bumi agar manfaatnya tidak berhenti pada pembangkitan listrik. Melalui KANYAAH, panas bumi kami dorong menjadi energi penggerak bagi pertanian, pengolahan komoditas, pengembangan usaha, dan penciptaan Green Jobs di masyarakat,” lanjutnya.

Manager HSSE PGE Area Kamojang, Arie Fandya Nugraha E., mengatakan pengembangan teknologi juga dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan lingkungan.

Baca Juga:Perkuat Pengamanan Rutan, Karutan Garut Bangun Sinergi dengan BrimobAktivis KAHMI Hendriyanto Attan Terima Gelar Kehormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat

“Kami terus mendorong inovasi yang mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan panas bumi dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendukung terciptanya ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Arie.

Berdasarkan kajian Life Cycle Assessment (LCA), ekosistem KANYAAH disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 265,95 ton COâ‚‚e per tahun.

0 Komentar