GARUT – Kebakaran melanda kawasan Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (26/8/2026) malam. Sedikitnya lima kios pedagang ludes dilalap api, sementara dua kios lainnya ikut terdampak.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Blok A dan Blok Mawar Pasar Andir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut menerima laporan pada waktu tersebut dan langsung menerjunkan personel ke lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar 14 menit setelah laporan diterima.
Baca Juga:Perhutani dan Disparbud Garut Perkuat Kolaborasi, Ekowisata Rintisan Ditargetkan Naik KelasTak Dapat Dukungan KORMI Garut, Atlet Panahan Tradisional Torehkan Tiga Medali di Kejurnas
“Kami menerima informasi sekira pukul 22.00 WIB. Kemudian personel tiba di TKP sekitar 14 menit kemudian,” ujar Eko.
Saat petugas tiba, api sudah membesar dan membakar sejumlah bangunan kios. Embusan angin yang cukup kencang di lokasi turut menyulitkan proses pemadaman.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak lima kios mengalami kerusakan berat akibat terbakar, sementara dua kios lainnya ikut terdampak.
“Objek yang terbakar lima kios, dan dua kios lain terdampak,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, pemadaman dilakukan secara kolaboratif melibatkan Disdamkarmat Garut, Kodim 0611/Garut, BPBD, Forkopimcam, serta unsur terkait lainnya.
Sejumlah armada dikerahkan, terdiri atas tiga unit dari Mako Damkar, satu unit dari Pos BKPP, satu unit dari Pos Cikajang, satu unit water tank Kodim 0611/Garut serta satu unit water supply BPBD.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses pemadaman serta pendinginan selesai sekitar pukul 23.15 WIB.
Baca Juga:PNM Tanam 5.000 Pohon, Dorong Penghijauan dan Keberlanjutan LingkunganMuhammad Harun Al Rasyid Terima Estafet Kepemimpinan dari Muchamad Ismail
Respons cepat petugas dinilai berhasil mencegah api merembet lebih luas ke kios dan bangunan lain di kawasan pasar.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.
“Untuk kerugian materil atas kebakaran tersebut mencapai ±Rp250.000.000,” jelas Eko.
Terkait penyebab kebakaran, Eko mengatakan hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Berdasarkan informasi awal, api diketahui membesar setelah sebelumnya sempat terjadi padam listrik.
“Diduga mati lampu, saat sudah menyala tiba-tiba api sudah membesar,” katanya.
Meski demikian, penyebab pasti tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
