RADARGARUT– Panggung tertinggi sepak bola Indonesia bersiap menyaksikan klimaks yang mendebarkan. Pekan terakhir Liga Super (Super League) musim 2025/2026 menyajikan drama penentuan gelar juara yang akan mempertemukan sang petahana, Persib Bandung, melawan tantangan dari tim pesisir Jawa Tengah, Persijap Jepara.
Laga sakral ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dipastikan akan berubah menjadi lautan biru.
​Bagi skuad Maung Bandung, pertandingan ini bukan sekadar laga penutup musim biasa. Ini adalah partai hidup mati yang menjadi penentu apakah trofi prestisius Liga Super akan tetap bersemayam di Kota Kembang atau terbang ke pelukan rival terdekat mereka.
Baca Juga:Prabowo Tunjuk Warga Negara Australia Jadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya IndonesiaSopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Bekasi
Saat ini, anak-asuh Bojan Hodak tengah berada di atas angin setelah berhasil mengamankan kemenangan krusial melawan PSM Makassar pada laga sebelumnya. Di saat yang sama, pesaing terdekat mereka, Borneo FC, justru terpeleset dan harus puas berbagi angka saat ditahan imbang oleh Persijap Jepara.
​Hasil pekan lalu membuat peta persaingan semakin tajam. Persib kini memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas Pesut Etam, julukan Borneo FC. Di atas kertas, skenario matematika untuk menjadi juara sebenarnya berpihak pada Pangeran Biru.
Beckham Putra dan kawan-kawan hanya membutuhkan hasil imbang atau tambahan minimal satu poin dari laga kontra Persijap untuk memastikan pesta pora di hadapan publik sendiri. Jika target itu tercapai, gelar beruntun akan resmi menjadi milik tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini.
​Namun, sepak bola bukanlah ilmu matematika yang kaku. Menghadapi Persijap Jepara yang dijuluki Laskar Kalinyamat bukanlah perkara mudah. Tim asal Kota Ukir tersebut datang ke Bandung tanpa membawa beban moral sedikit pun. Oposisi mereka di papan tengah sudah dipastikan aman dari jerat jurang degradasi. Keadaan ini justru menjadi alarm bahaya bagi Persib Bandung.
​Di bawah asuhan nakhoda taktis Mario Lemos, Carlos Franca dkk diprediksi akan bermain sangat lepas, mengalir, dan tanpa tekanan di GBLA. Ketidakadaan beban inilah yang kerap kali melahirkan kejutan besar di lapangan hijau. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi perusak pesta (party pooper) yang sempurna bagi kubu tuan rumah.
