Distribusi Sempat Terkendala, Distan Garut Pastikan Serapan Pupuk Subsidi Masih Normal

Rizka/Radar Garut.
Lahan Perkebunan Di Jalan Suherman. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ketersediaan pupuk bersubsidi masih menjadi perhatian utama para petani di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Garut.

Pasalnya, pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang produktivitas pertanian, sehingga kelancaran distribusi serta kemudahan akses bagi petani sangat menentukan keberhasilan musim tanam.

Dengan begitu, Kepala Dinas Pertanian Garut, Ardhy Firdian, mengatakan bahwa untuk serapan pupuk di Kabupaten Garut saat ini tergolong normal.

Baca Juga:Tim Sepak Bola Putri Garut Lolos ke NasionalPolres Garut Tangkap Warga Tarogong Kidul, Puluhan Paket Sabu Siap Edar Disita

“Cuman memang kemarin ada beberapa kendala di dalam proses pendistribusian untuk beberapa wilayah, tapi ya mudah-mudahan minggu ini kita akan atasi,” katanya.

Terkait harga, Ardhy menjelaskan, beberapa jenis pupuk subsidi di Garut masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga kita tetap sesuai HET, pupuk di Urea itu Rp1.800 perkilo. Kemudian kalau yang NPK itu Rp1.840 perkilo,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jika ditemukan kios yang menjual pupuk subsidi di atas HET maka laporkan saja ke Dinas pertanian atau PT.Pupuk Indonesia.

“Jadi kalau memang ada ditemukan harga yang di atas HET silahkan itu dilaporkan ke kita, sampaikan ke kita kemudian atau ke saluran bebas perusahaan yang tersedia di PT.Pupuk Indonesia,” sebutnya.

Ardhy menambahkan, terkait kesejahteraan para tani di Garut masih diakomodir oleh Dinas Pertanian setiap tahunnya, namun terbatas artinya tidak semua petani bisa terfasilitasi.

“Tapi paling tidak ada beberapa regulasi yang salah satunya mungkin penetapan harga pembelian jagung dan beras itu yang bisa mendongkrak kesejahteraan para kelompok tani,” pungkasnya. (*)

0 Komentar