Panduan Lengkap dan Tips Aman Mendaki Gunung Guntur

Rizki Peratami
Gunung Guntur Garut. (Foto: Rizki Peratami)
0 Komentar

RADARGARUT – Gunung Guntur, yang terletak di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, telah lama menjadi primadona bagi para pendaki, baik pemula maupun kawakan.

Dikenal dengan julukan “Semeru Kecil” karena karakteristik medannya yang berpasir dan gersang mirip jalur puncak Mahameru, gunung setinggi 2.249 mdpl ini menawarkan tantangan fisik sekaligus pesona sabana yang estetik.

​Namun, di balik keindahannya, Gunung Guntur memiliki reputasi sebagai gunung yang “panas” dan terjal. Agar pendakian Anda tetap aman dan berkesan, berikut adalah panduan dan tips mendaki Gunung Guntur yang dirangkum dari berbagai pengalaman pendaki profesional dan data teknis lapangan.

Baca Juga:Waspada Balik Efek Samping Obat Lambung: Dari Ginjal hingga Ketergantungan, Benarkah Herbal Lebih Aman?Heboh! Isi Grup Chat Mahasiswa FH UI Bocor: Mahasiswa Calon Penegak Hukum Lakukan Pelecehan Seksual

​1. Persiapan Fisik dan Mental

​Jangan remehkan ketinggiannya yang “hanya” dua ribuan meter. Jalur pendakian via Citiis didominasi oleh tanjakan terjal dengan kemiringan ekstrem.

Anda akan menghadapi jalur terbuka tanpa naungan pohon besar, yang berarti paparan sinar matahari akan terasa sangat menyengat.

Lakukan latihan kardio seperti jogging atau naik turun tangga setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan.

​2. Manajemen Logistik Air yang Ketat

​Gunung Guntur adalah gunung berapi aktif yang cenderung kering. Sumber air terakhir hanya tersedia di pos bawah. Begitu Anda mulai menanjak menuju Pos 3 atau area camping, tidak ada lagi sumber air.

​Pastikan membawa minimal 3 sampai 4 liter air per orang untuk pendakian dua hari satu malam. Dehidrasi adalah musuh utama di jalur berpasir Guntur yang panas.

​3. Pemilihan Waktu Pendakian

Sangat disarankan untuk mulai menanjak pada dini hari sekitar pukul 03.00 atau 04.00 atau sore hari.

Menanjak di siang bolong akan menguras tenaga secara drastis karena vegetasi yang minim membuat Anda terpapar matahari langsung.

Baca Juga:Satlantas Polres Garut Tangani Laka Mobil Tabrak Warung Nasi GorengPersib Bandung Raih Kemenangan Dramatis 3-2 atas Bali United

Selain itu, mendaki di waktu subuh memberikan kesempatan bagi Anda untuk menikmati sunrise yang spektakuler dari area sabana.

​4. Perlengkapan Khusus: Gaiter dan Trekking Pole

Karena medannya didominasi oleh kerikil dan pasir vulkanik yang mudah merosot. ​Gaiter sangat penting untuk mencegah pasir dan batu kecil masuk ke dalam sepatu yang bisa menyebabkan lecet.

​Sementara trekking pole membantu menjaga keseimbangan saat melewati jalur miring dan mengurangi beban lutut saat turun.

0 Komentar