Curug Jagapati: Surga Air Terjun Bertingkat Tersembunyi di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

(Istimewa)
Curug Jagapati (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Di balik perbukitan hijau dan lembah yang masih alami di Garut Selatan, tersimpan sebuah keajaiban alam yang jarang terjamah wisatawan massal, Curug Jagapati.

Air terjun bertingkat dengan empat undakan ini menjadi salah satu hidden gem yang menawarkan pesona kesejukan hakiki bagi siapa saja yang mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.

Curug Jagapati terletak di Kampung Padarame, Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga:OJK Peringatkan Pelaku Galbay Pinjol Bahwa Utang dan Denda Tetap BerjalanTol Getaci Sepi Peminat: Investor Ogah Masuk karena Proyeksi Lalu Lintas Rendah

Lokasinya berada sekitar 64 kilometer dari pusat Kota Garut, yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat selama kurang lebih 2 jam 15 menit.

Perjalanan menuju curug ini sudah cukup menantang, melewati jalan berkelok di kawasan pegunungan yang dikelilingi hutan dan perkebunan, membuat petualangan semakin terasa seru sejak awal.

Keunikan utama Curug Jagapati terletak pada strukturnya yang bertingkat. Tidak seperti air terjun biasa yang jatuh langsung dari tebing tinggi, curug ini mengalir melalui celah panjang di antara dua tebing, membentuk tangga alami berbentuk zigzag yang indah.

Airnya yang jernih berasal dari Sungai Cilimbung yang bersumber dari kawasan Gunung Limbung.

Empat tingkatan curug saling menyambung hingga ke bawah, menciptakan kolam-kolam alami yang dangkal dan cocok untuk berendam atau sekadar bermain air.

Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, nama “Jagapati” berasal dari kata “jaga” yang berarti menjaga dan “pati” yang berarti nyawa. Legenda menyebutkan bahwa dulu di area ini hidup seorang lelaki tua bernama Abah Butak beserta putrinya yang cantik, Illang Kencana.

Kisah ini menambah nuansa mistis dan daya tarik budaya pada curug yang masih terjaga keasriannya.

Baca Juga:Gempita Budaya di Pesisir Selatan: Festival Sayang Heulang 2026 Sukses Hipnotis WisatawanPenumpang Lupa Barang di Whoosh, Pintu Ditahan dan Jadwal Kereta Melambat 2 Menit

Untuk mencapai lokasi curug, pengunjung harus melakukan trekking ringan sekitar 15-20 menit dari area parkir. Jalur trekking ini cukup ramah untuk pemula, meski sebagian tanahnya licin saat musim hujan.

Sesampainya di sana, suara gemericik air yang deras bercampur dengan hembusan angin sejuk dan aroma hutan tropis langsung menyambut. Pemandangan tebing hijau yang ditumbuhi lumut dan pepohonan lebat semakin memperkuat kesan “surga tersembunyi” di Garut Selatan.

0 Komentar