RADARGARUT– Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026.
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya yang dipicu oleh curah hujan sedang hingga tinggi.
Status siaga darurat ini telah ditetapkan sejak 6 Oktober 2025 dan diperpanjang hingga 30 April 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepulloh, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah rawan di Garut.
Baca Juga:Menuju Treble Juara: Timnas Futsal Indonesia Siap Pertahankan Gelar di Piala AFF Futsal 2026Hilang Saat Melaut, Jasad Nelayan Muda Ditemukan Tim SAR di Perairan Sancang
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Garut melalui BPBD masih menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku hingga 30 April 2026,” ujarnya.
Bencana hidrometeorologi yang mendominasi di Garut belakangan ini meliputi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem. Bahkan selama libur Lebaran 2026 saja, tercatat setidaknya 15 kejadian bencana, dengan 7 di antaranya berupa cuaca ekstrem, 6 tanah longsor, dan 2 banjir yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kondisi ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang masih sering melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Garut.
Wilayah-wilayah dengan topografi perbukitan dan lereng curam menjadi yang paling rentan. Beberapa kecamatan yang sering terdampak antara lain Karangtengah, Talegong, dan daerah lain dengan kemiringan tanah ekstrem.
Baru-baru ini, longsor kembali menghantam rumah warga di Karangtengah, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memberikan peringatan dini mengenai potensi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Garut dan sekitarnya.
Meskipun puncak cuaca ekstrem sempat diprediksi hingga Februari 2026, kewaspadaan tetap dipertahankan karena pola cuaca musiman masih mendukung terjadinya hujan lebat secara sporadis hingga akhir April.
Baca Juga:Duel Sengit Raksasa Inggris: Manchester City vs Liverpool di Perempat Final FA Cup 2025/26 – Siapa yang Akan MNelayan Muda Garut Hilang Diterjang Ombak Besar Saat Pasang Jaring
Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penguatan anggaran Belanja Tidak Terduga dalam APBD 2026 sebesar Rp22,5 miliar untuk penanganan darurat bencana.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD, menghindari aktivitas di daerah rawan longsor, serta tidak membangun embung air di lereng ekstrem karena berisiko memicu longsor baru.
