Impor ini tidak diharapkan memengaruhi harga beras nasional secara signifikan atau mengganggu petani lokal.
Meski ada komitmen impor beras Amerika, ART memberikan keuntungan besar bagi ekspor Indonesia.
Penurunan tarif dan akses pasar AS yang lebih mudah untuk produk unggulan seperti CPO, kopi, dan tekstil diprediksi meningkatkan nilai ekspor secara keseluruhan.
Baca Juga:KUR BRI 2026: Solusi Modal Usaha Terjangkau untuk UMKM dengan Bunga RendahBupati Garut Abdusy Syakur Amin Hadiri Panen Raya Jagung di Lahan Yonif TP 890/Gardha Sakti
Perjanjian ini juga mendukung ketahanan rantai pasok global dan kerjasama di bidang energi, penerbangan, serta investasi AS ke Indonesia.
Secara keseluruhan, ART dianggap win-win solution untuk memperkuat hubungan ekonomi dua negara.
Impor beras Amerika akibat perjanjian dagang ART 2026 hanyalah bagian kecil dari kesepakatan besar yang lebih menguntungkan Indonesia di sektor ekspor.
Dengan volume minimal dan bersifat kondisional, kebijakan ini tidak akan mengganggu upaya swasembada pangan yang terus didorong pemerintah.
Bagi konsumen, kehadiran beras khusus AS bisa menambah variasi pilihan premium di pasar.
Bagi pelaku usaha, ini menjadi peluang diversifikasi sumber impor. Yang terpenting, pemerintah menjamin realisasi impor tetap mengutamakan kepentingan nasional dan stabilitas harga pangan.
Dengan demikian, perjanjian dagang Indonesia-Amerika ini lebih banyak membawa manfaat strategis jangka panjang daripada risiko jangka pendek dari impor beras Amerika. (*)
