Pada awal abad ke-20, Garut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata elit di Jawa. Banyak tokoh penting, pejabat tinggi, hingga wisatawan asing berkunjung ke Garut.
Kota ini menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin menikmati alam pegunungan dan suasana yang nyaman.
Seiring waktu, julukan “Swiss van Java” tidak hanya dikenal oleh bangsa Eropa, tetapi juga oleh masyarakat pribumi. Julukan tersebut melekat kuat dan terus digunakan hingga masa kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga:10 Ide Jualan Dari Telur Seribuan, Jajanan Murah Dengan Peluang Untung MenjanjikanSebuah Motor Hangus Terbakar di Jalan Raya Malangbong–Tasik, Satu Orang Selamat
Jadi, sejarah Garut menjadi “Swiss van Java” tidak terlepas dari pengaruh kolonial Belanda yang melihat kesamaan alam Garut dengan pegunungan Swiss.
Melalui perkembangan perkebunan, pembangunan fasilitas wisata, serta promosi pariwisata pada masa kolonial, julukan tersebut lahir dan bertahan hingga kini.
Hingga saat ini, “Swiss van Java” menjadi identitas historis yang mencerminkan keindahan alam dan perjalanan panjang Garut dalam sejarah Jawa Barat.(*)
