Tambang Dihentikan, PMII Garut Tegas Tolak Pembangunan yang Rusak Lingkungan

aktivitas Galian C Kecamatan Leles dan Banyuresmi. (Rizka/Radar Garut)
aktivitas Galian C Kecamatan Leles dan Banyuresmi. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Sejumlah Galian C di Kecamatan Leles dan Banyuresmi sebelumnya diberhentikan oleh Bupati Garut, karena belum melengkapi persyaratan sesuai aturan.

Namun, akibatnya kini berdampak pada kerusakan lingkungan yang terlihat jelas, serta menuai banyak perhatian.

Salah satu yang menjadi pehatian yakni, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII), Adrian Hidayat yang mengatakan bahwa pemberhentian ini bukan hal yang biasa, namun sebagai peringatan keras.

Baca Juga:Bangunan Sekolah Terancam Roboh, Siswa MI Darul Hikmah Banjarwangi Belajar di Tenda DaruratPolres Garut Selidiki Dugaan Penipuan Wedding Organizer terhadap Belasan Calon Pengantin

“PMII Garut memandang bahwa penutupan tambang baru-baru ini harus dibaca sebagai peringatan keras, bukan sekadar penertiban teknis,” ujarnya saat dihubungi.

Menurutnya, pemberhentian ini untuk membenahi tata kelola pertambangan di Kabupaten Garut secara menyeluruh, agar bisa memastikan semua aspek yang terdampak.

“Ini adalah momentum untuk membenahi tata kelola pertambangan secara menyeluruh: memperketat izin, memperkuat pengawasan, memastikan perlindungan lingkungan, sekaligus menyiapkan skema keadilan sosial bagi masyarakat terdampak,” katanya.

Secara tegas, PMII menolak pembangunan yang menukar keselamatan ekologis jangka pendek, dan Sumber daya alam harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan segelintir orang.

“Kami menolak logika pembangunan yang menukar keselamatan ekologis dengan keuntungan jangka pendek. Kami percaya bahwa sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besar kemaslahatan rakyat, bukan untuk akumulasi segelintir pihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, Garut tidak kekurangan sumber daya alam, namun keberanian keadilan harus ditegakkan. “Garut tidak kekurangan sumber daya, yang kurang adalah keberanian untuk menegakkan keadilan ekologis,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar