GARUT – Jalan Samarang, Kabupaten Garut, mengalami rusak berat di sejumlah titik, terutama di sepanjang kawasan Palnunjuk hingga Pasar Simpang Kecamatan Bayongbong.
Banyak lubang yang lebar dan dalam di sepanjang jalan Samarang tersebut. Hal itu sangat mengganggu terhadap mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail mengatakan, untuk penanganan jalan Samarang khususnya dari Palnunjuk ke pasar Simpang, idealnya memang harus direkonstruksi (dibangun ulang/rehab besar).
Baca Juga:SPBN Caringin Jadi Harapan Baru Nelayan Garut Kurangi Biaya dan Waktu Belanja BBMBupati Sebut 42 Persen Jalan di Garut Rusak Berat, 1.200 Sekolah pun Terdampak Bencana
Namun demikian, karena sekarang ini terkendala oleh keterbatasan anggaran, Dinas PUPR baru bisa melakukan pemeliharaan saja.
“Oh iya, di sana mau pemeliharaan. Ya itu memang harus ada rekonstruksi. Memang kita sudah ajukan tapi memang kita baru bisa melakukan pemeliharaan untuk hari ini,” kata Agus Ismail, Selasa (18/11).
Namun demikian, Agus menyebut, pihaknya akan tetap mengupayakan jika anggarannya cukup, jalan Samarang ini sebagian bisa dilakukan rekonstruksi.
Ia juga mengatakan jika dihitung secara total, jalan Samarang dari mulai Tarogong hingga ke Pasar Simpang itu, kebutuhan untuk rekonstruksi sekitar Rp14 miliar.
“Kalau penanganan rekonstruksi itu kurang lebih di Rp14 miliaran kalau semua, sepaket,” katanya.
Drainase Perlu Dibenahi Dulu
Agus mengatakan, yang merusak kondisi jalan Samarang ini sebetulnya karena tergerus air. Hal itu dipicu karena buruknya sistem drainase di beberapa titik.
“Memang yang berat itu setelah Qurrota A’yun ke sana itu adalah drainasenya yang berat, karena banyak perumahan. Kita pun lakuakn beberapa kali penanganan hancur lagi. Perlu penanganan drainsenya dulu,” pungkasnya. (Feri)
