Saat Pabrik Pilih Pekerja Perempuan, Rumah Tangga di Garut Justru Runtuh

Saat Pabrik Pilih Pekerja Perempuan, Rumah Tangga di Garut Justru Runtuh
Saat Pabrik Pilih Pekerja Perempuan, Rumah Tangga di Garut Justru Runtuh. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Gruduk Garut Darurat Upah Layak melakukan aksi di depan kantor Bupati guna menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk membuka lapangan kerja bagi kaum laki-laki, aksi tersebut dilakukan pada Selasa (11/11).

Ketua Aliansi Gruduk Garut Darurat Upah Layak, Sopian, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini telah terjadi penggugatan perceraian yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Kami mendapat laporan dari kantor urusan agama bahwa pengadilan agama sudah menerima ribuan angka perceraian yang salah satunya itu gara-gara faktor ekonomi,” ujar Sopian.

Baca Juga:Ironi! Pupuk Bersubsidi Baru Terserap 50%, Banyak Warga Garut Mengeluhkan Kuota Kartu TaniLapas Kelas IIA Garut Tekan Overkapasitas hingga 0% Naikkan Martabat Pembinaan: Praktik Baik Pemasyarakatan

Ia mengungkapkan, faktor tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut lantaran susahnya mencari pekerjaan bagi laki-laki, artinya perusahaan-perusahaan di Garut saat ini lebih banyak menerima pekerja perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

“Jadi untuk laki-laki penyerapan tenaga kerjanya minim, dan susah banget untuk mendapatkan pekerjaan di Garut apalagi di luar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menuntut kepada Pemkab Garut untuk membuka lapangan pekerjaan bagi laki-laki, alasanya guna mengurangi angka perceraian di Kabupaten Garut.

“Makanya kami mohon kepada pemerintah supaya membuka lapangan kerja bagi laki-laki, setiap perusahaan-perusahaan nanti bisa komunikasi dengan bupati supaya perusahaan itu bisa membuka lowongan bagi laki-laki,” ucapnya.

Selain mengurangi angka perceraian, Sopian menambahkan, dengan adanya lapangan pekerjaan bagi laki-laki tentu akan menjadikan rumah tangga menjadi lebih harmonis.

“Ya, supaya taraf ekonominya meningkat dan mungkin untuk hubungan keluarganya pun bisa lebih harmonis karena tanggung jawab sebagai laki-laki bisa terpenuhi untuk menafkahi keluarganya,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar