BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur: Kemarau Lebih Panjang

ilustrasi hujan lebat (pixabay)
ilustrasi hujan lebat (pixabay)
0 Komentar

RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi terbaru yang cukup mengejutkan.

Awal musim hujan 2026/2027 di mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan datang lebih lambat dibanding kondisi normal. Akibatnya, musim kemarau di sejumlah daerah berpotensi berlangsung lebih panjang dan memengaruhi ketersediaan air serta aktivitas pertanian.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa peralihan musim akan terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Baca Juga:Komnas HAM Temukan Bukti Pelanggaran HAM Dalam Program MBGKinerja Prabowo Gibran Dinilai Buruk, Lebih Dari Setengah Masyarakat Indonesia Tak Puas

Pada periode tersebut, sebanyak 185 zona musim atau sekitar 24,66 persen dari luas daratan Indonesia diperkirakan sudah merasakan hujan musim.

Memasuki Desember 2026, cakupan wilayah yang mulai hujan akan bertambah menjadi 266 zona musim atau 17,31 persen. Meski demikian, secara keseluruhan awal musim hujan tahun ini tetap lebih lambat dibandingkan rata-rata periode 1991–2020.

BMKG mencatat 529 zona musim atau 61,08 persen dari luas daratan Indonesia akan mengalami keterlambatan datangnya musim hujan.

Puncak musim hujan juga tidak terjadi secara serentak di seluruh Indonesia. Sebagian besar wilayah diprediksi mencapai puncaknya pada Desember 2026 (155 zona musim atau 36,94 persen).

Selanjutnya, Januari 2027 menjadi puncak di 162 zona musim (25,68 persen), sementara Februari 2027 menjadi puncak di 190 zona musim (16,79 persen).

Perbedaan waktu datang dan puncak musim hujan ini menuntut setiap daerah menyesuaikan strategi. Petani, misalnya, perlu lebih cermat menentukan waktu tanam agar tidak terpengaruh kekeringan yang berlarut.

Pemerintah daerah juga didorong memaksimalkan pengelolaan sumber daya air selama musim kemarau yang lebih panjang.

Baca Juga:Polsek Leles Garut Tertibkan Knalpot Brong di Lingkungan Sekolah, 7 Unit DiamankanAsap Tebal Masih Mengancam, Petugas Gabungan Dikerahkan Guna Padamkan Sisa Kebakaran TPA Pasir Bajing

Meski membawa tantangan, musim hujan tetap menyimpan peluang. Faisal menekankan bahwa curah hujan yang datang dapat dimanfaatkan untuk memperluas area tanam dan mengisi kembali waduk serta bendungan yang sempat surut akibat kemarau.

“Musim hujan menghadirkan berbagai peluang yang dapat dioptimalkan, terutama untuk mendukung sektor pertanian dan menjaga ketersediaan air,” ujarnya.

Prediksi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan perencanaan jangka panjang. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi BMKG serta menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari hemat air hingga memelihara sumber air lokal.

Dengan persiapan yang matang, dampak kemarau yang lebih panjang diharapkan dapat diminimalisasi, sementara peluang dari musim hujan dapat dimanfaatkan secara optimal.(*)

0 Komentar