Syakur Janjikan Penambahan Anggaran TPA Pasir Bajing

Radar Garut
Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir Jalan Terusan Pembangunan.(Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, berkomitmen meningkatkan anggaran pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, menyusul kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berencana mengalokasikan anggaran lebih besar pada 2027 agar pengelolaan sampah di lokasi tersebut semakin optimal. Hal itu disampaikan Syakur saat ditemui di Hotel Harmoni, Rabu (14/10/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi api di TPA Pasir Bajing saat ini sudah jauh berkurang, meskipun belum sepenuhnya padam.

Baca Juga:Geger Perempuan Bergolok Ribut di Jalanan GarutDirut PDAM Tirta Intan Garut: Pelayanan Publik dan Keuntungan Perusahaan Harus Berjalan Seimbang

“Api sudah sangat berkurang. Kalau saya bilang nol persen, rasanya tidak mungkin karena prosesnya membutuhkan waktu. Namun, berdasarkan laporan yang saya terima, kondisinya sudah jauh menurun,” ujar Syakur.

Ia juga menyampaikan bahwa akses bagi warga yang sebelumnya terdampak situasi kebakaran mulai dibuka kembali.

Meski begitu, pemerintah masih melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk memastikan persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut Syakur, masih terdapat perbedaan pandangan antara pemerintah dan sebagian masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari akumulasi kekecewaan warga terhadap pengelolaan TPA yang selama ini dianggap belum optimal.

Karena itu, Pemkab Garut berupaya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

“Kita tanyakan apa yang dibutuhkan. Kalau memang bisa kita bantu, tentu akan kita upayakan, tetapi tetap harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga:​Cegah Potensi Gangguan Keamanan, Rutan Garut Gelar Sidak ke Kamar Hunian Warga BinaanDarurat Kekerasan: DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Syakur mengakui bahwa pengelolaan TPA Pasir Bajing masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi sarana dan prasarana serta kemampuan fiskal daerah.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor.

Keberadaan sumber air dinilai penting untuk mendukung penanganan kebakaran apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Selain itu, pengelolaan TPA yang ideal memerlukan dukungan berbagai fasilitas, seperti kendaraan pemadam kebakaran, sistem penyemprotan air, alat berat, serta sarana pendukung lainnya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sekaligus karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kita menyadari pengelolaan di sana belum optimal karena keterbatasan pembangunan dan kemampuan fiskal kita. Idealnya memang tersedia berbagai fasilitas pendukung, tetapi pemenuhannya harus dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

0 Komentar