Syakur menjelaskan, pengelolaan sampah di Kabupaten Garut membutuhkan biaya besar, mengingat volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 300 ton per hari.
Ia menyebutkan, dari anggaran sekitar Rp17 miliar yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sekitar Rp5 miliar dialokasikan untuk pengelolaan, sedangkan Rp12 miliar lainnya digunakan untuk mobilisasi atau pengangkutan sampah.
Besarnya volume sampah yang harus ditangani setiap hari membuat pemerintah perlu memperkuat dukungan anggaran agar operasional pengelolaan sampah berjalan lebih maksimal.
Baca Juga:Geger Perempuan Bergolok Ribut di Jalanan GarutDirut PDAM Tirta Intan Garut: Pelayanan Publik dan Keuntungan Perusahaan Harus Berjalan Seimbang
Syakur memastikan, Pemkab Garut memiliki komitmen untuk menambah biaya pengelolaan TPA Pasir Bajing, termasuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana secara bertahap.
Penambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan alat berat, perbaikan sistem pengelolaan sampah, serta pembangunan fasilitas penunjang lainnya.
“Komitmen kita akan menambah biaya pengelolaan di TPA Pasir Bajing. Dalam perubahan anggaran juga akan ada alokasi untuk kebutuhan tersebut, kemudian pada 2027 kita akan mengalokasikan lebih banyak lagi supaya pengelolaannya bisa mendekati kondisi ideal,” pungkasnya.
Syakur menegaskan, peningkatan pengelolaan TPA Pasir Bajing membutuhkan proses dan perencanaan yang matang. Karena itu, pemerintah akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas serta kemampuan anggaran daerah. (Ale)
