Dua Orang Tewas Tertemper KA Parahyangan di Karawang, Perjalanan Kereta Terganggu

(Istimewa)
Sepasang kekasih meninggal dunia tertemper kereta di Karawang (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali dilanda duka mendalam. Pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang liar yang menewaskan dua orang sekaligus.

Korban, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang merupakan pasangan pengendara sepeda motor asal Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, tewas seketika setelah tertemper Kereta Api (KA) Parahyangan relasi Gambir–Bandung.

Insiden nahas itu berlangsung di kilometer 67+400 hingga 67+500, tepat di antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari. Lokasi tersebut dikenal sebagai perlintasan sebidang liar yang tidak dilengkapi palang pintu maupun petugas penjaga.

Baca Juga:Persib Bandung Taklukkan Port FC 3-1 di Laga Pembuka Shopee Cup 2026/2027Polsek Cilawu Razia Kios Jamu dan Sita Puluhan Botol Minuman Keras

Sepeda motor yang ditumpangi kedua korban tertabrak keras oleh KA Parahyangan yang sedang melaju. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya.

Franoto juga mengungkapkan bahwa masinis KA Parahyangan telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan sebelum kejadian. Semboyan 35 merupakan bunyi klakson panjang yang biasanya digunakan masinis untuk mengingatkan pengguna jalan di sekitar perlintasan.

Meski peringatan sudah diberikan, kronologi lengkap dan penyebab pasti kecelakaan masih terus didalami pihak berwenang. Petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bersama unsur pengamanan terkait segera turun ke lokasi setelah menerima laporan.

Mereka melakukan penanganan di tempat kejadian sekaligus mengamankan area agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut.

Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya menelan korban jiwa. Sejumlah komponen lokomotif KA Parahyangan mengalami kerusakan.

Baca Juga:Rem Truk Kontainer Diduga Blong, 15 Kendaraan Rusak Parah dan Jalur ke Jakarta LumpuhEmas Antam Melonjak Lagi! Harga per Gram Makin Perkasa, Waktunya Beli atau Jual?

Akibatnya, dua perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. Penumpang yang sedang dalam perjalanan maupun yang menunggu di stasiun harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang berubah.

Kecelakaan di perlintasan sebidang liar kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

KAI Daop 1 Jakarta sendiri kerap mengimbau warga agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur kereta api. Perlintasan liar yang tidak resmi sering menjadi titik rawan karena minimnya fasilitas pengamanan.

Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu proses lebih lanjut terkait penanganan jenazah dan investigasi. Sementara itu, KAI berkomitmen terus meningkatkan pengawasan di jalur-jalur yang berpotensi berbahaya.

0 Komentar