Garut Siapkan 30 Ribu Hektare untuk Program Bioetanol, Jagung dan Singkong Jadi Komoditas Utama

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian. (Rizka/Radar Garut)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

Sebelumnya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan Kabupaten Garut menjadi salah satu dari 44 daerah di Indonesia yang dilibatkan dalam upaya mendukung pengembangan bioetanol.

“Kita itu termasuk satu dari 44 kabupaten di Indonesia yang diundang karena pemerintah sekarang, pemerintah pusat, concern terhadap ketahanan energi dan bioetanol,” ujar Syakur.

Menurut Syakur, potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Garut membuka peluang daerah tersebut menjadi salah satu pemasok bahan baku untuk industri bioetanol.

Baca Juga:Pemkab Garut Salurkan Bulan Dana PMI, Fokus Siap Siaga Bencana hingga Pembinaan PMRKejar Target Pembangunan 2027, Pemkab Garut Siap Bebaskan Lahan Sekolah Rakyat di Desa Sukakarya Samarang

Komoditas seperti singkong dan jagung dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok energi alternatif tersebut.

Dengan target 30 ribu hektare, Pemkab Garut kini masih mematangkan pemetaan lahan dan calon petani agar pengembangan bioetanol dapat berjalan tanpa mengganggu produksi pangan yang telah ada.

Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat di Kabupaten Garut. (*)

0 Komentar