Ia menilai keberhasilan mengubah bungkus mi instan dan sachet menjadi tempat belajar anak-anak adalah wujud konkret dari ekonomi sirkular.
Kwok Fook Seng juga menyoroti bahwa penerapan material daur ulang BLU tak hanya terbatas pada proyek komunitas, tetapi telah teruji di skala industri seperti pemulihan 500 ton limbah cooling tower industri Star Energy Geothermal di Wayang Windu pada tahun 2025 menjadi BLU Eco Pipe untuk pembangunan unit baru.
Langkah ini memperkuat implementasi MoU on Environmental Cooperation yang ditandatangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup kedua negara pada 29 Juni lalu.
Baca Juga:Viral, Warga Garut Keluhkan Berat Beras Bantuan Tak Sesuai Takaran, Diduga Ada Bekas CoblosanMemo Hermawan Minta Pemerintah Segera Lepas Lahan Translokasi di Caringin
”Harapan saya, Garut bukanlah akhir dari cerita ini, tetapi justru permulaannya. Saya berharap akan ada semakin banyak kolaborasi seperti ini dan apa yang kita pelajari bersama di Garut dan Wayang Windu suatu hari dapat dikembangkan bukan hanya di Indonesia dan Singapura, tetapi juga di kawasan ASEAN yang lebih luas,” pungkas Kwok Fook Seng.(*)
