3. Kehilangan Sang Jenderal Taktik dan Pemain Kunci
Ujian berat Persib semakin lengkap dengan kepastian absennya sejumlah pilar penting di pinggir lapangan. Bojan Hodak dipastikan tidak bisa mendampingi anak asuhnya secara langsung karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Tak hanya itu, suasana duka juga menyelimuti sang juru taktik asal Kroasia tersebut setelah sang ibunda dikabarkan baru saja meninggal dunia.
Di sektor lapangan, pincangnya kekuatan Persib kian terasa. Bek tangguh Federico Barba dan gelandang kreatif Luciano Guaycochea terpaksa absen akibat hukuman akumulasi kartu.
Baca Juga:Jutaan Buruh Samsung Mogok Kerja: Ekonomi Terancam AmbrukRupiah Ambruk ke Rp17.600, Warga & Pengusaha Ramai Borong Dolar AS!
Badai cobaan ini ditambah dengan cederanya pemain asing asal Prancis, Layvin Kurzawa, yang mengalami masalah hamstring saat melakoni laga el clasico melawan Persija Jakarta sebelumnya.
Suara Optimisme dari Ruang Ganti
Kendati datang dengan kekuatan yang tergerus, asisten pelatih Igor Tolic yang dipercaya memimpin tim menegaskan bahwa mentalitas juara Persib tidak akan goyah. Tolic menyatakan seluruh pemain cadangan yang dibawa berada dalam kondisi bugar dan siap meledak di lapangan.
“Tidak ada waktu untuk mengeluh. Siapa yang tidak bisa bermain, ya memang tidak ada di sini. Fokus kami hanyalah mereka yang siap bertarung. Saat ini kami sudah sangat dekat untuk membuat seluruh masyarakat Bandung kembali bahagia,” tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, kapten tim Marc Klok meminta rekan-rekannya untuk mengeluarkan seluruh energi dan fokus penuh selama 90 menit. Klok sadar betul tekanan dari kubu tuan rumah akan sangat masif, namun ia mengingatkan bahwa gelar juara hanya bisa diraih oleh tim yang memiliki mentalitas baja di saat-saat tersulit.
Laga ini dipastikan akan berjalan dengan intensitas tinggi, di mana kematangan taktik dan ketebalan mental akan menjadi penentu siapakah yang layak keluar sebagai pemenang.(*)
